course-net
Search
Close this search box.

Home >

E-Commerce Adalah : Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya

Tuesday, 16 January 2024 4:09 PM

Manfaat E-Commerce

E-Commerce Adalah : Pengertian, Jenis, dan Manfaatnya – Hadirnya e-commerce tentunya merupakan suatu hal yang digemari masyarakat saat ini. Perubahan dari berbelanja secara offline ke online sudah banyak dilakukan saat ini karena dinilai lebih praktis dan mudah untuk dilakukan.

Untuk informasi lebih jelasnya mengenai sistem penjualan berikut ini maka simak informasinya berikut ini.

E-Commerce Adalah ? Yuk Simak Penjelasannya

Mengenal Apa Itu E-Commerce

E-Commerce Adalah ? Yuk Simak Penjelasannya

E-commerce adalah singkatan yang berasal dari dua kata yaitu electronic serta commerce. Jadi jika diartikan secara harfiah maka merujuk pada perdagangan elektronik. Jadi semua bentuk perdagangan meliputi proses seperti pemasaran barang hingga distribusi yang dilakukan secara online.

Sederhananya e-commerce adalah sebuah bentuk perdagangan dengan cara online serta memanfaatkan internet. Perdagangan ini bisa dilakukan dengan menggunakan hardware seperti laptop, komputer, hingga smartphone.

Tersedia berbagai bentuk layanan yang bisa diperoleh dengan cara memanfaatkan transaksi online ini seperti pembelian tiket transportasi, investasi, layanan perbankan, dan pembayaran tagihan seperti air dan listrik.

Jenis-Jenis E-Commerce Adalah

Turut aktif di dalam trend penjualan tersebut tentunya akan mendatangkan suatu keuntungan tersendiri untuk pelaku usaha. Untuk kalian yang tidak ingin ketinggalan mengenai hal ini, pastinya kalian harus memahami pengertian serta jenis-jenisnya seperti berikut ini.

  • Business-to-Business (B2B)

Bisa dikatakan jenis ini tergolong yang paling besar dikarenakan berhubungan secara langsung pada transaksi yang dilakukan antara perusahaan maupun bidang usaha. Untuk jumlah dari pembelian produk di B2B umumnya berjumlah besar.

Untuk contoh B2B seperti importir mesin spare part untuk industri garmen dan tekstil, importir spare part motor kepada bengkel, dan penjualan web hosting untuk web agency.

  • Business-to-Consumers (B2C)

Tipe perdagangan ini merupakan yang paling sering ditemukan di dalam kehidupan. Ini karena konsepnya yang mana pihak produsen akan menawarkan serta memasarkan secara langsung produknya untuk para konsumen.

Konsep ini serupa dengan sistem jual dan beli secara ecer akan tetapi yang membedakannya yaitu proses perdagangan serta transaksinya dilaksanakan secara online dan bukan secara konvensional.

Konsepnya mungkin sama dengan sistem jual beli secara ecer, yang membedakan adalah proses perdagangan dan transaksinya dilakukan secara online, bukan dengan cara konvensional seperti biasanya.

  • Consumer-to-Consumer (C2C)

Melalui konsep ini yang mana konsumen dapat saling menawarkan serta menjual barang dagangannya antara satu dengan lainnya. Sistem perdagangan tersebut memang memerlukan media ataupun wadah yang dapat mengorganisir semuanya supaya proses jual beli serta transaksi kian mudah untuk dilakukan.

Contoh e commerce yang dimaksud berupa website yang dapat mempertemukan antara pihak pembeli dan penjual semacam Kaskus dan OLX.

  • Consumer-to-Business (C2B) 

Konsep yang diusung oleh jenis ini nyatanya berbanding terbalik dengan konsep B2C. nantinya pada sistem ini proses jual beli serta transaksi akan berlangsung mulai dari pihak konsumen untuk perusahaan.

Nantinya konsumen akan berperan sebagai pihak penyedia layanan produk ataupun jasa guna dipasarkan kepada perusahaan yang memerlukan. Tentunya dalam model ini perusahaan ataupun usaha memperoleh keuntungan dari ketersediaan para konsumen menjual jasa maupun barang ke perusahaan.

Sementara untuk konsumen akan memperoleh keuntungan yang berasal dari penjualan ataupun penyediaan dengan cara pembayaran langsung ataupun memperoleh produk serta layanan gratis untuk harga lebih rendah yang dijadikan sebagai gantinya.

  • Online-to-Offline (O2O)

Untuk jenis e-commerce umumnya memakai dua saluran di layanan perdagangannya yaitu offline dan online. Memang jaringannya tersedia pada sistem online akan tetapi eksekusinya bisa lewat offline dan juga online.

Untuk contoh e-commerce adalah layanan dari Grab ataupun Gojek yang dapat melakukan dua jenis transaksi tadi baik offline dan online.

Memang O2O ditujukan supaya bisa menarik konsumen online untuk ke toko fisik serta menciptakan suatu pengalaman digital secara menyeluruh baik sebelum, saat, dan juga setelah transaksi dilakukan.

  • Consumer-to-Administration (C2A)

Konsep dari e-commerce ini serupa dengan C2B akan tetapi perbedaannya terdapat di tujuan sasaran pembelian. C2A akan menawarkan produk ataupun jasa kepada pemerintah. Konsep ini memang jarang ditemukan pada transaksi produk akan tetapi lebih sering ditemukan pada transaksi layanan jasa.

  • Business-to-Public Administration (B2PA)

Untuk jenis ini umumnya produsen ataupun perusahaan akan menawarkan serta memasarkan produk serta jasanya untuk pemerintah. Umumnya transaksi serta proses jual belinya ditempuh dengan melalui tender.

Manfaat E-Commerce

 

Setelah mengetahui apa itu e commerce tentu saja hal lain yang perlu diketahui perihal manfaatnya. Untuk itu berikut ini adalah beberapa manfaat yang bisa kalian dapatkan.

  • Efisiensi tenaga dan waktu

Ketika perdagangan serta proses jual beli tadi masih dilakukan dengan cara konvensional tentu saja akan memakan banyak tenaga dan waktu. Tentunya dengan kehadiran platform tersebut maka hal tersebut tidak perlu lagi dilakukan.

Berbagai macam hal seperti promosi, pemasaran, pemesanan, dan pembayaran dapat dilakukan kapan pun dan dimanapun. Jadi waktu serta tenaga yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk hal lain yang nyatanya lebih produktif.

  • Tidak perlu modal besar

E commerce di Indonesia jumlahnya sudah banyak dan ini bisa kalian manfaatkan untuk mulai berbisnis tanpa harus mempunyai toko fisik. Hal tersebut terjadi pada proses jual beli serta keseluruhan transaksinya dilakukan dengan cara online. Sehingga kalian dapat mengurangi biaya untuk sewa tempat ataupun membuka outlet.

  • Bisnis lintas wilayah

Hal yang dimaksudkan disini yaitu kalian dapat menjalankan usaha dengan jangkauan pasar yang lebih luas. Teknologi pada jaringan internet sangat memungkinkan produk yang ditawarkan dapat dilihat serta dibeli konsumen yang ada pada tempat, pulau, kota, hingga benua berbeda.

  • Bisnis fleksibel

Hal ini karena pengoperasian serta pengelolaannya dapat dilakukan dimanapun dan kapan pun. Kalian cukup duduk manis saja di toko maka usaha sudah bisa berjalan dengan sendirinya.

Bila diperhatikan melalui sisi konsumen maka akan sangat memudahkan terutama jika akan melihat katalog produk kapan pun diinginkan bahkan 24 jam dalam sehari. Bahkan pilihan produk serta harganya juga sangat beragam.

  • Memudahkan pengembangan usaha

Ketika jangkauan pasar telah luas maka pengembangan usaha menjadi mudah dilakukan melalui e-commerce ini. Semua transaksi dilakukan dalam satu platform tentu usaha menjadi mudah untuk dijalankan dibandingkan dengan cara berjualan konvensional.

Contoh E-Commerce di Indonesia

Jika sebelumnya kita sudah membahas enam kategori e-commerce, di bawah ini akan dibahas contoh dari masing-masing jenis e-commerce. Akan tetapi, contoh e-commerce C2A tidak disebutkan karena jarang ada marketplace atau website yang menghubungkan freelancer dengan instansi pemerintah. Contoh dari tiap jenis e-commerce adalah sebagai berikut.

  • Contoh E-Commerce B2B

Beberapa yang masuk dalam model e-commerce B2B adalah Ralali, Mbiz, dan Electronic City.

  • Contoh E-Commerce B2C

Beberapa marketplace termasuk ke dalam model e-commerce B2C. Sebagai contoh, Blibli, Lazada, maupun Gramedia.

  • Contoh E-Commerce B2A

Contoh model B2A e-commerce adalah meliputi Qlue dan Accela. Qlue membantu pemerintah dan perusahaan dengan menyediakan software, sedangkan Accela melakukan administrasi publik dalam rangka membantu pemerintah dengan konsep software as a service.

  • Contoh E-Commerce C2B

Website-website seperti Freelancer, Upwork, dan iStock merupakan contoh dari model e-commerce Indonesia dengan model C2B.

  • Contoh E-Commerce C2C

Contoh dari model e-commerce C2C meliputi Tokopedia, OLX, Kaskus, Shopee, dan masih banyak lagi.

Itulah beberapa hal yang perlu kalian ketahui mengenai pengertian e commerce dan juga manfaat dari e-commerce. Jadi sudah saatnya bagi kalian pelaku usaha mengikuti perkembangan zaman yang ada dengan beralih ke bisnis secara online.

Memang berjualan secara konvensional tidak ada salahnya. Namun dari segi efisiensi waktu dan tenaga serta jangkauan yang lebih luas maka cara berjualan dengan membuka toko di e-commerce adalah pilihan yang tepat.

Jangan lupa pelajari pula hal-hal yang berkaitan dengan digital marketing supaya strategi pemasaran digital kalian lebih maksimal dengan belajar di Course-Net. Keunggulan belajar di sana yaitu tidak hanya mempelajari seputar teorinya saja akan tetapi langsung diajari mengenai strateginya yang memang ada didunia kerja supaya kalian lebih mudah memahaminya.

Artikel Terkait

Tags

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Tumblr
Telegram
WhatsApp
Email
Print

Subscribe Sekarang!

Dapatkan berita & artikel terbaru seputar IT Gratis!

Mau Berkarir Di Bidang Digital Marketing? Tapi Ga punya Basic IT

Kursus di Course-Net, Anda akan didampingi langsung oleh Coach Praktisi Aktif kelas Dunia yang sudah berpengalaman lebih dari 5 tahun. 100.000++ ORANG DARI LEVEL MAHASISWA, STAFF, MANAGER, HINGGA BUSINESS OWNER TELAH BERGABUNG BERSAMA DI COURSE-NET INDONESIA DAN TERUS BERTAMBAH! Jadi Kapan giliran Anda ikut kursus di Course-Net?