Rumus Standar Deviasi: Cara Menghitung dan Analisis Data

apa itu standar deviasi

Standar deviasi adalah alat statistik vital untuk mengukur sebaran data dari nilai rata-ratanya. Anda memerlukan metode ini untuk memastikan hasil penelitian yang akurat dan tidak bias. 

Nilai rata-rata saja seringkali belum cukup menggambarkan kondisi data yang sebenarnya. Pemahaman tentang simpangan baku membantu Anda melihat variasi dan konsistensi dari ribuan sampel yang diolah.

Mengenal Apa Itu Standar Deviasi

Standar deviasi, atau simpangan baku (dilambangkan s), adalah ukuran seberapa tersebar data dari nilai rata-ratanya. Data penelitian biasanya beragam, sehingga perlu dihitung simpangan baku untuk melihat variasinya.

Jika simpangan baku lebih besar daripada rata-rata, artinya data sangat beragam. Sebaliknya, jika lebih kecil, data cenderung konsisten. Satuan simpangan baku sama dengan satuan data, misalnya gram untuk pengukuran massa, sehingga mudah diinterpretasikan.

Fungsi Standar Deviasi

Standar deviasi berperan penting dalam menilai seberapa heterogen suatu sampel, memahami variasi nilai dalam data, serta memberikan informasi mengenai konsistensi dan potensi kelemahan hasil penelitian.

Di kehidupan sehari-hari, simpangan baku banyak diaplikasikan dalam bidang statistik keuangan, misalnya untuk memprediksi tren kinerja, menganalisis investasi saham, dan merancang strategi perdagangan.

Dalam konteks penelitian, fungsi standar deviasi meliputi:

  • Memastikan representativitas sampel – memastikan sampel yang digunakan mewakili populasi penelitian.
  • Membantu analisis penyebaran data – memudahkan peneliti memahami sebaran nilai yang diperoleh.
  • Menunjukkan tingkat keragaman data – memberikan gambaran apakah data cenderung homogen atau heterogen.
  • Menjadi tolok ukur keakuratan data – membantu menilai konsistensi dan reliabilitas hasil penelitian.

Dengan memahami standar deviasi, peneliti dapat lebih tepat dalam mengambil kesimpulan dan membuat keputusan berdasarkan data yang valid.

Kapan Simpangan Baku Dipergunakan?

Banyak dari kalian bertanya-tanya kapan waktu yang tepat menggunakan standar deviasi ini. simpangan baku ini akan lebih baik dipergunakan untuk masing-masing data penelitian, terlebih ketika data tersebut jumlahnya cukup banyak. Data yang berjumlah banyak, maka peneliti hanya butuh mengambil sampel beberapa saja.

Rumus Standar Deviasi

Untuk melakukan perhitungan simpangan baku ini, pertama cari terlebih dahulu mengenai nilai rata-rata seluruh data lebih dahulu. contohnya, rata-rata tinggi 5 ekor kucing berbagai ras.

Diketahui jika tinggi masing-masing kucing yakni 300mm, 430 mm, 170 mm, 470 mm dan 600 mm. Maka untuk rata-rata dari lima kucing tadi yakni:

Rata-rata (x̄) = 300 + 430 + 170 + 470 + 600 = 1970, kemudian dibagi 5 (jumlah kucing) = 394.

Kemudian, setelah dikurangi tinggi masing-masing kucing menggunakan nilai rata-rata. Kemudian jika didapatkan hasilnya, lalu kuadratkan kemudian tambahkan seluruh data dan hasilnya 21.740.

Dikarenakan rumus dari simpangan baku yakni akar pangkat dua variasi, selanjutnya standar deviasinya yakni:

 σ = 21704 = 147,32….. dan dibulatkan ke 147 mm.

Cara Menghitung Standar Deviasi Secara Mudah

Setelah mengetahui standar deviasi rumus dan kalian masih merasa bingung maka berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk menghitung simpang baku data tunggal.

  • Tentukan terlebih dahulu rata-rata (mean) data penelitian (x). Data tersebut mencakup semua data, bukan hanya sampel.
  • Ambillah beberapa sampel yang kalian ingin cari simpangan bakunya, contohnya data ke 1 hingga ke 5. → (x1 – x5).
  • Setelah sampel ditentukan, langkah selanjutnya yakni menentukan selisih antara setiap data di poin 2 kemudian rata-ratanya dikuadratkan. → (x1 – x2, (x2 – x)2, (x 3 – x)2 dan lainnya.
  • Jumlahkan seluruh selisih yang didapatkan di poin sebelumnya, kemudian kuadratkan hasilnya → ((x1 – x)2 + (x2 – x)2 + (x3 – x)2 + … + …)
  • Selanjutnya penjumlahan kuadrat dibagi banyaknya data sampel yakni – 1 (n – 1).
  • Langkah terakhir yakni akarkan seluruh hasil yang didapatkan.

Menghitung Standar Deviasi di Excel

Ketika melakukan pengolahan data, maka menghitung simpang baku bisa dilakukan memakai Microsoft Excel. Untuk cara menghitungnya bisa dilakukan dengan cara memasukkan formula ataupun fungsi di dalam sel.

Kemudahan cara mencari standar deviasi di Microsoft Excel tersebut bisa dengan menuliskan formula berupa =STDEV.S. Akan tetapi fungsi tersebut hanya berlaku di Excel, yaitu Microsoft 365, Web Excel 2021 dan Microsoft 365 Untuk Mac.

Untuk rumus standar deviasi Excel bisa dituliskan dengan STDEV.S(bilangan1,[bilangan2],…). untuk sintak fungsinya mempunyai argument seperti berikut.

a. Nomor 1: Diperlukan

Untuk argument angka pertama sesuai sampel populasi. Bisa juga memakai larik Tunggal maupun referensi untuk larik alih-alih argumen tersebut dipisahkan menggunakan koma.

b. Nomor 2: Opsional

Untuk argumen nomor 2 sampai 254 disesuaikan dengan sampel populasi. Bisa juga memakai larik tinggal ataupun referensi ke larik dan alih-alih menggunakan argumen yang dipisahkan menggunakan koma.

STDEV.S ini mengasumsikan jika argumennya merupakan sampel populasi. Ketika data mewakili semua populasi, maka standar deviasi Excel memakai STDEV.P.

Simpang baku dihitung memakai metode “n-1”. Untuk argumennya bisa berupa angka maupun nama, larik, ataupun referensi yang berisikan angka. Sedangkan nilai logika serta representasi teks angka bisa di ketik secara langsung untuk daftar argumen yang nantinya akan dihitung.

Contoh Simpang Baku

Standar deviasi dipergunakan guna memperoleh pemahaman yang lebih terkait sekumpulan data dan khususnya variasi di dalam data tadi.

Simpang baku dipergunakan di hampir seluruh bidang dan lebih jelasnya berikut merupakan contoh dari simpang baku yang dipergunakan dalam kehidupan sehari-hari.

  • Real Estate: Guna mengetahui variasi terkait harga rumah berdasarkan luas rumah dan wilayah.
  • Investasi: Untuk mengetahui risiko pada portofolio investasi serta return (keuntungan).
  • Bisnis: Untuk mengetahui perkiraan waktu dalam pengiriman barang.
  • Kesehatan: Untuk mengetahui efektivitas obat dalam masa uji coba.

Upgrade Skill di Bidang Data di Course-Net

Ingin menguasai analisis data, statistik, dan konsep penting seperti standar deviasi dengan praktis? Bergabunglah di kelas Course-Net! 

Upgrade skill kamu dan daftar Bootcamp Data Analyst atau Bootcamp Data Science & Machine Learning. Dapatkan sertifikat international dan belajar langsung dari praktisi ahli, sekarang!

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: