Bug: Pengertian, Penyebab, Jenis dan Cara Mengatasinya

bug adalah

Sebuah sistem atau aplikasi secara tiba-tiba tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan bahkan mengalami eror bisa jadi terdapat bug di dalamnya. Bug artinya sesuatu penghambat sistem sehingga tidak dapat berjalan dengan baik. Namun, apabila mengalami hal serupa pada sistem yang dikembangkan, Anda tidak perlu panik. Simak penjelasan mengenai penyebab bug dan juga cara mengatasinya di bawah ini!

Pengertian Bug

Bug artinya dalam bahasa Indonesia adalah serangga. Namun, dalam sistem informasi bug memiliki arti berbeda yaitu sebuah kesalahan pada sistem yang mengakibatkan sistem tidak berjalan normal dan bahkan mengakibatkan sistem down.

Dengan kata lain, bug artinya sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu kode atau fungsi yang tidak berjalan sebagaimana harusnya. Masalah yang terjadi pun cukup bervariasi. Aplikasi tiba-tiba hang, aplikasi tertutup pada saat menjalankannya hingga tampilan layar menjadi hitam merupakan ciri sistem terkena bug.

Bug akan menyerang perangkat lunak (software) pada sistem dan biasanya oleh pihak yang tidak bertanggung jawab digunakan untuk membobol sistem yang mengakibatkan kebocoran data. Oleh karena itu, agar tidak mengganggu keamanan sistem dan membuka jalan hacker sebaiknya kenali penyebab hingga cara mengatasinya.

Apa Saja Jenis Bug?

Aplikasi atau sistem nge bug artinya ada yang tidak beres di dalamnya. Sebelum mengetahui penyebab aplikasi tersebut nge bug, berikut beberapa jenis atau tipe bug yaitu:

1. Performance Defects

Performace defects mencakup kecepatan sistem, respon time, penggunaan resource dan stabilitas yang dapat dikategorikan sebagai bug. Apabila performa sistem mengalami kecepatan yang menurun dapat disebabkan oleh adanya bug artinya harus segera dilakukan penanganan sehingga tidak menimbulkan permasalahan selanjutnya yang lebih parah.

2. Functional Error

Seperti namanya, functional error merupakan kesalahan yang dipengaruhi oleh berjalannya fungsi sistem tidak sebagaimana mestinya. Contoh bug jenis ini adalah tombol tidak berfungsi, tidak dapat melakukan pengisian form dan halaman sistem tidak dapat diakses dengan baik.

3. Compatibility Error

Compatibility error merupakan kesalahan sistem yang terjadi akibat adanya masalah pada tampilan sistem sehingga tidak dapat muncul pada perangkat atau browser tertentu. Bug ini terjadi karena perangkat atau browser tidak kompatibel untuk digunakan.

4. Usability Defects

Usability defects merupakan bug yang terjadi akibat dari user experience. Kesalahan ini kerap kali terjadi karena tampilan Interface user yang terlalu rumit dan tidak ramah pengguna sehingga user kesulitan dalam memahami fitur yang terdapat di dalamnya sehingga tidak memperoleh informasi yang diinginkan.

5. Syntax Error

Syntax error termasuk jenis bug yang diakibatkan adanya kesalahan dalam penulisan syntax atau kode. Kesalahan ini dapat mengakibatkan sistem crash. 

6. Security Error

Security error merupakan bug yang berhubungan dengan sistem keamanan. Jenis bug ini termasuk jenis yang berbahaya karena akan mengeksplorasi keamanan website yang mengakibatkan pencurian data secara mudah.

7. Logic Error

Logic error bug artinya adanya kesalahan pada sistem algoritma atau berkaitan dengan logika. Kesalahan dalam penggunaan algoritma akan memunculkan output yang tidak sesuai sehingga akan mempengaruhi kinerja sistem. Oleh karena itu, logic error merupakan salah satu bug yang perlu penanganan dengan cepat sehingga menghasilkan output sesuai dengan yang diinginkan.

Apa Penyebab Bug?

Aplikasi memiliki bug artinya terdapat kesalahan di dalam aplikasi tersebut. Dari jenis yang dijelaskan sebelumnya, ancaman bug dapat disebabkan oleh berbagai hal. Anda dapat mengenali beberapa penyebab aplikasi dan sistem nge-bug yang kadang membuat jengkel adalah:

1. Human Error

Untuk membuat sebuah sistem, website dan juga aplikasi, sangat tinggi sekali kemungkinan terjadinya human error. Hal ini tentu sangat lumrah dan mungkin kesalahan tersebut tidak secara langsung muncul. Namun, pada waktu tertentu dapat mengakibatkan bug sistem yang tentunya harus diatasi sejak dini agar tidak semakin berkembang kerusakannya.

2. Deadline

Penyebab selanjutnya adalah deadline, hal ini dapat berpengaruh pada kerusakan software. Pengerjaan sistem pada waktu yang mendesak dengan software yang tidak sempurna akan meningkatkan bug sistem sehingga fitur yang terdapat pada sistem tidak dapat digunakan secara optimal.

3. Software Rumit

Software yang rumit menjadi penyebab bug pada sistem. Kompleksnya software biasanya memiliki kode tertentu yang berjalan secara bersamaan sehingga penginputannya harus tepat. Apabila terdapat kesalahan, maka akan mempengaruhi kinerja sistem itu sendiri.

4. Komunikasi Tim Buruk

Dalam mengembangkan sebuah sistem, website atau pun aplikasi tidak dilakukan secara mandiri. Biasanya terdapat pihak-pihak lain yang membantu seperti programmer, klien dan juga tester. Komunikasi yang buruk di antara pihak dapat menyebabkan terjadi bug pada sistem yang dibuat.

5. Hardware dan Software Tidak Kompatibel

Penggunaan hardware dan software yang tidak kompatibel dapat menjadi pemicu munculnya bug pada sistem. Kesalahan dalam memilih hardware dan software yang tidak sesuai akan berpengaruh pada SEO website Anda.

Bagaimana Cara Mengatasi Bug?

Sistem dengan adanya bug artinya perlu ada perbaikan yang harus dilakukan sehingga tidak akan mengganggu proses pengembangan sistem dan aplikasi tersebut. Berikut cara mengatasi bug yang perlu Anda kertahui adalah:

1. Bangun Komunikasi yang Baik Antar Tim

Perbaikan bug artinya langkah untuk mengatasi sebelum terjadinya sistem eror. Langkah utama yang perlu dilakukan adalah membangun komunikasi yang baik di antara tim.

2. Analisis dan Testing Program

Analisis dan testing program merupakan langkah yang perlu dilakukan sebelum launching sistem. Tes ini dapat dilakukan dengan melihat kinerja sistem dari awal hingga akhir. Selain terjadi pada sistem, bug juga bisa terjadi pada mobile app yang mana dibutuhkan debugging dan pengujian terlebih dahulu.

Apabila Anda tidak memahami mengenai analisis dan testing program untuk mengetahui adanya bug, maka Anda dapat menggunakan jasa analisis dan testing program yang terpercaya dan berpengalaman. Biasanya jasa analisis dan testing program ini akan menganalisis lebih dalam bug sistem sehingga tidak terdapat gangguan pada fitur atau pun fungsi sistem.

3. Audit dan Update Script Secara Berkala

Bug fixes artinya langkah perbaikan bug sebelum berkembang. Bug apabila didiamkan dalam waktu yang lama pada sistem akan semakin berkembang dan dapat menimbulkan permasalahan serius. Untuk mencegah hal tersebut, pastikan Anda melakukan audit dan update secara berkala mengenai script. Langkah ini juga dapat digunakan untuk memastikan sistem terbebas dari bug. 

4. Jalankan Bug Bounty

Apabila semua tim telah menjalankan sistem mulai dari awal hingga akhir bukan berarti dapat terhindar dari bug. Menjalankan bug bounty merupakan langkah yang perlu dilakukan sehingga Anda dapat memastikan jika sistem tersebut siap digunakan dan mendaftar sebagai user.

Bug artinya kesalahan yang mungkin terjadi pada saat melakukan pengembangan sistem, aplikasi atau pun website. Nah, jika Anda ingin menghindari permasalahan bug adalah artinya tidak mengganggu pengembangan sistem yang dilakukan dan dapat melakukan langkah antisipasi sebelum mengalami hal tersebut maka Anda dapat kursus di CourseNet.

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: