OSPF Routing : Cara Kerja dan Konfigurasi Dasar

Mau tanya Soal Kursus IT ? ? Atau Mau Tanya Soal Biaya ? Yuk Tanya Via Whatsapp ?

OSPF Routing : Cara Kerja dan Konfigurasi Dasar – Pada protocol dynamic rooting terdiri dari beberapa jenis dan salah satunya adalah OSPF atau Open Shortest Path First. Routing protocol ini cocok digunakan untuk jaringan lokal berskala sedang hingga enterprise karena memiliki tingkat kompatibilitas, reliabilitas, dan skalabilitas yang tinggi.

Misalnya untuk penggunaan di kantor-kantor yang memiliki lebih dari 50 komputer atau perusahaan multinasional yang memiliki banyak klien di luar negeri. Lantas, apa itu OSPF? Berikut ulasan selengkapnya untuk Anda yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai routing protokol ini.

OSPF Routing Adalah ? Yuk Belajar Mengenal OSPF

Pengertian OSPF Routing

OSPF Routing Adalah ? Yuk Belajar Mengenal OSPF

Open Shortest Path First (OSPF) adalah sebuah routing protokol otomatis berjenis IGRP atau Interior Gateway Routing Protocol. IGRP memiliki kemampuan algoritme djikstra dan link-state yang lebih efisien dibandingkan routing protocol lainnya.

Teknologi OSPF ini didesain untuk bekerja dengan lebih efisien untuk pengiriman update informasi route. Oleh sebab itu, untuk jaringan yang memiliki banyak komputer dengan lebih dari 10 buah router sudah layak untuk mempertimbangkan penggunaan routing protocol ini.

Baca Juga : VLAN Adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Cara Kerjanya

Cara Kerja

Sebagai gambaran mengenai prinsip kerja dari routing protocol ini, Anda bisa menyimak cara kerjanya berikut.

  • Hello Protocol

OSPF membentuk komunikasi dengan router lain yang ada dalam satu jaringan dengan router tersebut. Setiap router membuat LSP atau Link State Packet yang didistribusikan ke semua neighbour router menggunakan LSA atau Link State Advertisement tipe 1.

Mekanisme ini dikenal dengan istilah Hello Protocol. LSP atau hello packet yang didistribusikan berukuran kecil dan dikirimkan secara berkala setiap 10 detik (untuk media broadcast multiaccess) dan 30 detik sekali (untuk media point-to-point).

  • Masing-masing router menghitung shortest path

Router yang ada dalam satu jaringan akan menghitung jalur terpendek atau shortest path ke masing-masing neighbour router berdasarkan cost routing.

  • Router mengirim hello LSP melalui multicast

Apabila ada perubahan tabel routing, maka router akan mengirimkan LSP ke DR dan BDR menggunakan multicast address. IP multicast 2224.0.0.5 digunakan untuk mengirim LSP ke semua router yang menjalankan OSPF routing.

  • LSP didistribusikan oleh DR

LSP kemudian akan didistribusikan oleh DR ke neighbour lain dalam satu area. Jadi, semua router akan melakukan perhitungan ulang untuk jalur terpendek (shortest path).

Prinsip kerja hello protocol ini dapat berbeda-beda tergantung jenis medianya. Masing-masing jenis media yang dapat meneruskan informasi routing protocol ini memiliki karakteristiknya tersendiri. OSPF pun akan bekerja mengikuti karakteristik media tersebut.

Beberapa media yang digunakan untuk routing protocol ini antara lain broadcast multiaccess, poin-to-point, point-to-multipoint, dan nonbroadcast media. Berikut penjelasan selengkapnya.

  1. Broadcast multiaccess

Pada media ini, OSPF akan bekerja dengan cara mengirimkan traffic multicast untuk mencari router-router lain (neighbour router). Broadcast multiaccess banyak dijumpai pada jaringan LAN seperti token ring, ethernet, dan FDDI.

  1. Point-to-point

Teknologi ini menggunakan satu router yang terhubung langsung dengan perangkat router. Jadi, hanya ada satu neighbour router dalam satu jaringan atau area. OSPF tidak perlu menentukan BDR dan DR.

  1. Point-to-multipoint

Karakteristik media ini memiliki satu interface yang menghubungkan ke banyak tujuan. Serangkaian jaringan yang ada dibawahnya dianggap sebagai point-to-point. Pesan-pesan routing OSPF direplikasikan ke semua jaringan point-to-point tersebut menggunakan IP multicast.

  1. Nonbroadcast Multiaccess (NBMA)

Secara fisik, media ini berupa serial line mungkin sering dijumpai pada jenis point-to-point. Namun media nonbroadcast multiaccess menyediakan koneksi tidak hanya ke satu tujuan saja tetapi lebih. Penerapan routing protocol pada NBMA ini membutuhkan konfigurasi DR dan BDR karena NBMA tidak dapat meneruskan pesan-pesan broadcast ke titik-titik yang ada dalam areanya.

Karakteristik OSPF Routing

Karakteristik OSPF

Setelah memahami cara kerja OSPF, dapat disimpulkan karakteristik dari protokol routing ini antara lain:

  • Berupa link state routing protocol, sehingga gambaran topologi jaringan dimiliki oleh setiap router.
  • Menggunakan hello packet untuk berkomunikasi atau mengetahui keberadaan router lain (neighbour router).
  • Routing update dikirim melalui multicast dan hanya ketika terjadi perubahan dalam jaringan.
  • Setiap routing update memiliki fitur authentication.
  • Termasuk classless routing protocol.
  • Dapat dibagi berdasarkan konsep area sehingga dapat bekerja dengan konsep hierarki.
  • Nilai administrative distance secara default adalah 110.
  • Menggunakan cost untuk metric, dan cost terendah akan menjadi metric yang terbaik.
  • Tidak memiliki keterbatasan hop count.

Kelebihan OSPF Routing

Ada beberapa kelebihan dari routing protocol OSPF, yaitu:

  • Proses update informasi lebih terkelola dengan baik karena konsep jaringan yang hierarki.
  • Menggunakan pembagian jaringan yang berdasarkan area.
  • Sistem update informasi routing yang teratur.
  • Menggunakan cost sebagai metric
  • Dapat menghemat penggunaan bandwidth jaringan.
  • Adanya convergence sehingga semua informasi dapat diketahui oleh semua router.

Kekurangan OSPF

Meski routing protocol ini memiliki kelebihan dibanding yang lain, tetapi ada juga sisi minusnya. Berikut beberapa kekurangan OSPF.

  • Membutuhkan perencanaan untuk mendesain jaringan
  • Memerlukan perencanaan untuk mengimplementasikan ke jaringan
  • Memerlukan basis data yang besar
  • Menggunakan banyak resource.

Baca Juga : Jaringan Nirkabel Adalah: Pengertian, Sejarah, Kelebihan dan Kekurangan

Konfigurasi – Backbone Area

Routing protocol ini menggunakan konsep hierarki yang membagi-bagi jaringan berdasarkan area. Beberapa area berikut menjadi tingkatan-tingkatan yang digunakan pada konfigurasi OSPF.

  • Backbone – Area 0 (Area ID 0.0.0.0)

Tugasnya mendistribusikan pesan routing antara non-backbone area. Sub-area harus terhubung semuanya dengan backbone secara logikal.

  • Standard/ Default Area

Default area adalah sub-Area dari Area 0 yang menerima LSA intra-area dan inter-area yang dikirim dari ABR yang terhubung dengan backbone area.

  • Stub area

Stub area merupakan area yang paling ujung dan tidak menerima advertise external route. Namun digantikan dari default area.

  • Not so stubby area

Not so stubby area merupakan sub area yang tidak menerima external route dari area lain, tetapi masih dapat menerima external route dari router lain yang masih dalam 1 area.

Jika ingin menerapkan konfigurasi Backbone – Area 0 untuk routing protocol OSPF, langkah-langkahnya cukup mudah. Misalnya untuk 3 router dengan jaringan LAN yang bisa dihubungkan tanpa menambahkan rule static route. Anda bisa mengikuti topologi untuk konfigurasi router LAN ini dan ikuti langkah-langkah berikut.

  1. Menambahkan network pada router

Masuk ke menu routing, lalu OSPF, dan pilih Network. Pada kolom Network menggunakan kode 192.168.168.0/22 dan keterangan area yaitu Backbone. Anda perlu menambahkan network untuk router pertama, router kedua, dan router ketiga.

  1. Muncul interface router pada network yang terpasang

Setelah menambahkan network untuk masing-masing router, lihat pada OSPF kemudian Interface, maka muncul interface router. Ketika menambahkan network secara otomatis, OSPF pada masing-masing router akan aktif.

  1. Rule routing baru dengan flag DAo (Dynamic, Active, OSPF)

Pada menu IP, lalu route list akan ditambahkan secara dinamis dari rule routing yang baru dengan bendera kecil berwarna hijau.

  1. Tes ping

Langkah terakhir adalah melakukan tes ping untuk setiap jaringan lokal. Apabila semua jaringan lokal sudah dapat reply, berarti konfigurasi selesai.

Nah, itulah beberapa informasi mengenai OSPF yang merupakan routing protocol. Kesimpulannya, Open Shortest Path First ini menjadi sebuah protokol routing otomatis yang dapat mengatur, menjaga, sekaligus mendistribusikan pesan routing antar network untuk setiap perubahan jaringan dengan cara yang dinamis.

Mau Jadi Ahli Jaringan OSPF ? Dapat Sertifikasi Juga

Kamu mau jadi network engineer ? Yuk kembangkan diri kamu dengan mengikuti pelatihan di Course-Net. Isi data diri kamu dibawah ini untuk mengikuti kursus jaringan cisco, Tim Marketing kami akan segera menghubungi anda.

Segera daftarkan diri anda, amankan kursi anda dalam kelas jaringan CCNA bersertifikasi internasional.

Mau Ikut Kursus IT ? Harga MAHAL ? Tenang, Ambil DISKON Sekarang. Saatnya Amankan SEAT Anda Sekarang

PROMO VALENTINE
DISKON IDR 750.000

Days
Hours
Minutes
Seconds

*Promo Sampai 17 Februari 2023

Share This Post

Related Posts

0
0

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    Thanks for submitting your rating!
    Please give a rating.

    Thanks for submitting your comment!
    Promo Valentine

    Artikel Rekomendasi

    GRATIS E-Book Algoritma

    Kami ingin membagikan E-BOOK INI SECARA GRATIS hanya untuk 100 ORANG PERTAMA. Buruan Download Sekarang !