Kenali Apa Itu Patching, Praktik Terbaik Keamanan yang Sering Diabaikan

Banyaknya ancaman keamanan siber yang melanda mewajibkan kita untuk selalu waspada dan menerapkan berbagai langkah keamanan tambahan. Hal ini berguna untuk melindungi data-data pribadi Anda maupun informasi lainnya yang tersimpan secara digital.

Salah satu langkah keamanan yang cukup krusial adalah patching. Melakukan patching bertujuan untuk mengatasi kerentanan dalam perangkat lunak yang ditemukan, termasuk perbaikan bug ataupun pembaruan fitur dan kinerja sebuah sistem.

Walaupun memiliki beberapa kelebihan, tahap patching ini sering diabaikan karena dianggap  merepotkan atau mengganggu aktivitas sehari-hari. Untuk memahami pentingnya melakukan patching, simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini yang dimulai dengan mengenal apa itu patching.

Apa Itu Patching?

Patching adalah proses penting yang dilakukan untuk memperbarui perangkat lunak dan sistem operasi dengan cara memasang tambalan. Dengan tambalan ini, proses patching mampu memperbaiki kerentanan keamanan, bug, dan meningkatkan kinerja.

Proses ini sangat krusial karena membantu  melindungi sistem dari aneka serangan siber yang dapat merugikan. Tak hanya itu, proses patching juga membantu mengoptimalkan fungsi sistem serta mengurangi potensi kerentanan yang dapat dieksploitasi oleh para pelaku cyber crime.

Inilah alasan mengapa patching disebut sebagai salah satu praktik keamanan esensial yang harus dilakukan secara rutin, baik oleh individu maupun perusahaan, untuk menjaga keamanan dan integritas sistem yang mereka gunakan.

Baca Juga: Manfaat Keamanan Sistem Operasi Bagi Jaringan Komputer dan Cyber Security

Jenis-Jenis Patching

Dalam dunia teknologi, terdapat berbagai jenis patch untuk mengatasi masalah dan meningkatkan keamanan sistem. Berikut adalah jenis-jenis patching yang umum digunakan:

1. Security Patch

Security patch  adalah jenis patch yang paling penting karena berfungsi untuk memperbaiki kerentanan keamanan yang bisa disalahgunakan oleh hacker. Kerentanan ini dapat berupa celah pada kode program, kesalahan konfigurasi, atau masalah lainnya.

Mengabaikan penggunaan patch ini akan memperbesar resiko terjadinya kebocoran akses sistem yang tidak diinginkan oleh para penyerang siber.

2. Bug Fix Patch

Sama seperti namanya, Anda bisa memanfaatkan patching ini untuk memperbaiki bug atau kesalahan yang ditemukan pada perangkat lunak. Umumnya, kesalahan teknis seperti ini menimbulkan berbagai kendala, seperti perangkat yang crash dan hang.

Walaupun bug fix patch ini tidak secara langsung berhubungan dengan sistem keamanan, Anda disarankan untuk tetap melakukan penerapan patch ini guna memperketat penjagaan stabilitas dan kinerja sistem.

3. Feature Patch

Jenis patch yang terakhir adalah feature patch yang memberikan Anda fitur-fitur sistem baru atau meningkatkan fungsionalitas perangkat lunak yang sudah ada. Meskipun tingkat kepentingannya tidak setinggi dua jenis patching di atas, patch ini tetap digunakan untuk meningkatkan pengalaman pengguna.

Manfaat Patching

Tidak hanya sekadar rutinitas teknis sebuah sistem, menerapkan patch akan memberikan Anda beberapa manfaat yang tidak dapat diabaikan. Berikut inilah beberapa manfaat dari patching:

1. Mencegah Eksploitasi Kerentanan oleh Hacker

Melakukan implementasi patch keamanan terbaru akan menambal celah-celah keamanan yang berpotensi untuk disalahgunakan para hacker. Secara kesimpulannya, proses ini berguna untuk melindungi data sensitif Anda dari pencurian atau kerusakan.

2. Meningkatkan Kinerja Sistem

Patch umumnya memberikan perbaikan kepada bug dan beberapa masalah kinerja lainnya. Proses patching juga akan membantu meningkatkan sistem Anda dari segi kecepatan, stabilitas, dan efisiensi.

3. Memperpanjang Umur Perangkat Lunak

Dengan terus memperbarui perangkat lunak secara teratur, dipastikan bahwa bahwa perangkat lunak tersebut akan tetap kompatibel dengan teknologi terbaru. Ini juga membuat sistem tersebut dapat digunakan dalam jangka waktu yang panjang.

4. Memenuhi Persyaratan Keamanan (Compliance)

Sebagian besar industri dan organisasi telah merancang standar keamanannya sendiri, salah satunya adalah mewajibkan perangkat lunak untuk selalu diperbarui dengan patch terbaru.

Dengan melakukan proses patching secara berkala, dapat dipastikan bahwa sistem yang Anda gunakan telah mematuhi persyaratan dan terhindar dari berbagai ancaman hukum.

Perbedaan Utama antara Patching dan Updating

Ada beberapa yang menganggap bahwa patching dan updating itu adalah hal yang serupa. Padahal, ada perbedaan di antara mereka yang perlu dipahami, seperti dari segi fokus dan ukurannya.

Umumnya, patching hanya berfokus pada perbaikan masalah keamanan, bug, serta peningkatan perangkat lunak. Selain itu, patch juga biasanya berukuran lebih kecil dan dilakukan lebih sering dibandingkan updating.

Sementara itu, proses updating memfokuskan untuk melakukan perubahan sistem perangkat lunak secara besar-besaran, seperti menambahkan fitur baru atau perubahan user interface. Proses update juga membutuhkan ukuran yang lebih besar dan dirilis lebih jarang.

Baca Juga: Cyber Security Awareness: Pengertian, Alasan, Tantangan dan Persiapan

Tantangan dalam Melakukan Patching

Di satu sisi lainnya, ada beberapa tantangan yang akan Anda temukan saat ingin melakukan proses patching. Beberapa faktor tersebut adalah keterbatasan waktu, sumber daya, dan resiko gangguan operasional.

  1. Waktu dan Sumber Daya: Proses patching dapat memakan waktu dan investasi berupa sumber daya yang cukup. Kesulitan ini akan bertambah apabila terdapat banyak perangkat atau sistem yang perlu diperbarui.
  2. Gangguan Operasional: Beberapa proses patch memerlukan Anda untuk melakukan restart sistem atau downtime terlebih dahulu. Padahal, melakukan kedua ini dapat mengganggu operasional bisnis Anda.
  3. Kompatibilitas: Umumnya, proses patching akan menimbulkan masalah kompatibilitas dengan perangkat lunak atau perangkat keras lainnya.

Terapkan Proses Patching untuk Memperkuat Keamanan Sistem yang Anda Gunakan

Melihat penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa Anda tidak boleh mengabaikan praktik patching. Ketika Anda menerapkan proses ini secara teratur, sistem akan terlindungi dari berbagai ancaman keamanan yang mengintai.

Patching juga dianggap sebagai salah satu proses penerapan cyber security, sebuah strategi yang mengutamakan keamanan sistem di era digital saat ini. Jika Anda ingin mempelajari lebih banyak atau memulai karir menjadi seorang cyber security, upgrade skill Anda dengan mengikuti Kursus Cyber Security yang diselenggarakan oleh Course-Net.

Mengapa Anda harus mempercayai kami? Course-Net adalah salah satu penyelenggara kursus IT yang mendapatkan sebanyak 4 penghargaan berstandar internasional dengan rating sebesar 4.9 dari 15.000+ reviews di Google Review.

Pembelajaran yang kami sediakan berbasis experience based dan Anda akan mendapatkan keuntungan berupa GRATIS re-coaching alias belajar sampai bisa seumur hidup! Bahkan, para pengajarnya merupakan coach praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun.

Sebanyak 100.000+ alumni dan 472+ corporate clients telah mempercayakan pilihannya pada kami. Tunggu apalagi? Bergabunglah bersama Course-Net sebagai langkah awal karir Anda  menjadi seorang cyber security!

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: