Jika anda baru pertama kali mendengar tentang Laravel, atau mungkin baru memulai perjalanan anda dalam pengembangan aplikasi web, maka anda berada di tempat yang tepat.
Dalam tutorial ini, akan dibahas langkah demi langkah untuk menjalankan Laravel. Mulai dari instalasi, hingga menjalankannya. Simak selengkapnya!
Apa itu Laravel?
Laravel adalah framework PHP yang memudahkan proses pengembangan aplikasi web dengan menyediakan struktur yang bersih, sintaksis yang elegan, dengan berbagai fitur yang bermanfaat, seperti:
– Routing dan Controllers, untuk pengelolaan URL dan logika aplikasi.
– Blade Templating Engine, untuk pembuatan tampilan.
– Eloquent ORM, untuk memudahkan interaksi dengan database.
– Artisan Command Line, untuk automasi tugas dan manajemen proyek.
Berikut ini langkah-langkah cara menjalankan laravel php artisan serve:
Baca Juga: Mengenal Framework Laravel, Serta Kelebihan dan Fiturnya
Langkah 1: Persyaratan Sistem
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan komputer anda memenuhi beberapa persyaratan dasar seperti:
- PHP: Laravel membutuhkan PHP versi 7.4 atau lebih tinggi.
- Composer: Composer adalah dependency manager untuk PHP, yang digunakan untuk mengelola paket-paket dalam Laravel.
- Database: Laravel dapat bekerja dengan berbagai database seperti MySQL, SQLite, atau PostgreSQL. Di tutorial ini, kita akan menggunakan MySQL.
Langkah 2: Instalasi
Ada beberapa cara instal Laravel yang bisa anda ikuti, tetapi cara yang paling umum dan mudah adalah dengan menggunakan “Composer”.
Instal Menggunakan Composer
- Buka terminal atau Command Prompt di komputer anda.
- Jalankan perintah berikut untuk menginstal Laravel:
“`bash
composer create-project –prefer-dist laravel/laravel nama-aplikasi
“`
Gantilah “nama-aplikasi” dengan nama proyek yang ingin anda buat.
- Composer akan mengunduh dan menginstal Laravel beserta dependensinya.
Proses ini mungkin memerlukan beberapa menit, tergantung pada koneksi internet anda.
Langkah 2.2: Instalasi via Laravel Installer
Anda bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
- Pertama, instal Laravel Installer dengan Composer:
“`bash
composer global require laravel/installer
“`
- Setelah instalasi selesai, anda dapat membuat proyek baru dengan menjalankan perintah:
“`bash
laravel new nama-aplikasi
“`
- Proses ini akan mengunduh dan menginstal Laravel seperti sebelumnya.
Langkah 3: Menyiapkan Environment File (.env)
Setelah terinstal, langkah berikutnya cara menjalankan project laravel hasil download yang sudah anda lakukan adalah menyiapkan konfigurasi aplikasi anda. Laravel menggunakan file “.env” untuk menyimpan pengaturan environment seperti pengaturan database, app key, dan lainnya.
- Di dalam folder proyek yang baru saja anda buat, temukan file “.env.example.”
2. Salin file tersebut dan beri nama baru menjadi “.env.”
3. Buka file “.env” dan sesuaikan pengaturan database.
Misalnya, jika anda menggunakan MySQL, anda akan mengonfigurasi seperti berikut:
“`plaintext
DB_CONNECTION=mysql
DB_HOST=127.0.0.1
DB_PORT=3306
DB_DATABASE=nama_database
DB_USERNAME=root
DB_PASSWORD=
“`
Gantilah “nama_database” dengan nama database yang sudah anda buat di MySQL.
Langkah 4: Membuat Kunci Aplikasi (App Key)
Anda harus membuat kunci aplikasi ini agar aplikasi berfungsi dengan baik.
Untuk membuatnya, buka terminal di folder proyek dan jalankan perintah:
“`bash
php artisan key:generate
“`
Perintah ini akan menghasilkan kunci aplikasi dan memperbarui file “.env” anda dengan “APP_KEY” baru.
Langkah 5: Meluncurkan Aplikasi Laravel
Sekarang, anda sudah siap untuk meluncurkan aplikasi di server lokal.
- Masih di folder proyek, jalankan perintah berikut:
“`bash
php artisan serve
“`
- Perintah ini akan menjalankan aplikasi Laravel pada server lokal di alamat”`http://127.0.0.1:8000/.”
- Buka browser dan masukkan URL tersebut. Jika semuanya berjalan lancar, anda akan melihat halaman selamat datang, yang menandakan bahwa aplikasi anda berhasil dijalankan!
Langkah 6: Membuat dan Menggunakan Database
Untuk memulai menggunakan database, anda perlu melakukan migrasi untuk membuat tabel-tabel default di database.
- Pastikan anda sudah mengonfigurasi pengaturan database dengan benar di file “.env.”
2. Jalankan perintah migrasi untuk membuat tabel default di database:
“`bash
php artisan migrate
“`
Setelah migrasi selesai, anda dapat mengecek database anda untuk memastikan tabel-tabel seperti “users”, “password_resets”, dan lainnya telah dibuat.
Langkah 7: Mengembangkan Aplikasi
Setelah berhasil menjalankan aplikasi, anda bisa mulai mengembangkan aplikasi sesuai dengan kebutuhan. Beberapa langkah berikut bisa anda coba:
– Routing: Tentukan rute aplikasi di file “routes/web.php.”
– Controllers: Gunakan perintah Artisan untuk membuat controller:
“`bash
php artisan make:controller NamaController
“`
– Model: Buat model untuk berinteraksi dengan database:
“`bash
php artisan make:model NamaModel
“`
Bangun Aplikasi Web yang Kuat dan Terstruktur
Dengan Laravel, anda bisa membangun aplikasi web yang kuat dan terstruktur dengan mudah. Jangan lupa untuk terus mengeksplorasi dokumentasi resmi dan mencoba berbagai fitur canggih yang disediakan.
Anda juga bisa belajar lebih dalam secara langsung dengan coach praktisi yang telah memiliki pengalaman lebih dari 5 tahun di Kursus Laravel yang telah Course-Net sediakan.
Sebagai platform belajar yang telah meraih 4 penghargaan internasional, Course-Net menawarkan layanan luar biasa seperti gratis re-coaching, belajar sampai bisa, bahkan seumur hidup.
Kursus yang menawarkan Experience Based Learning ini bisa anda cicil hingga 18 kali!
Sebanyak 100.000+ alumni dan 472+ Corporate clients telah membuktikannya dengan kepuasan tingkat tinggi yang dibuktikan melalui bintang 4.9 dari 15.000+ reviews di Google Review
Ayo bergabung bersama mereka!

