Di era digital seperti sekarang ini, hampir semua perusahaan telah beralih menggunakan digital marketing sebagai strategi pemasaran. Digital marketing dianggap lebih efektif untuk mempromosikan produk kepada target audiens. Beberapa job desk digital marketing ini dapat membantu menaikkan penjualan di suatu bisnis.
Digital marketing adalah strategi pemasaran yang menggunakan internet atau teknologi digital sebagai media untuk melakukan promosi produk atau layanan. Penting untuk merancang strategi pemasaran yang matang agar menghasilkan hasil yang memuaskan dan sesuai tujuan.
Seorang digital marketer harus bisa cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan perkembangan tren. Mereka juga berperan penting untuk menjalankan kampanye digital yang baik.
Simak artikel berikut ini untuk mengetahui apa saja job desk digital marketing serta jenjang kariernya.
5 Job Desk Digital Marketing
![]()
Digital marketing memiliki prospek kerja yang sangat luas. Dengan meningkatnya kebutuhan perusahaan dalam menjalankan promosi digital, job desknya digital marketing pun menjadi semakin beragam.
Berikut 5 contoh job desk digital marketing yang perlu Anda ketahui :
1. Melakukan Copywriting dan Content Writing
Menjadi seorang digital marketing harus menguasai skill tertentu, salah satunya yaitu skill menulis. Untuk melakukan promosi, biasanya mengunggah konten tulisan seperti blog, email marketing, caption di media sosial, iklan digital, dan sebagainya. Penting untuk menganalisa target audiens terlebih dahulu agar tahu penulisan apa yang cocok dibuat untuk menarik perhatian target audiens tersebut.
Namun, copywriting dan content writing adalah hal yang berbeda meskipun sekilas terlihat sama. Copywriting lebih berfokus untuk meningkatkan minat pelanggan dalam melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk. Penulisan dalam copywriting lebih menggunakan bahasa persuasif.
Sedangkat content writer lebih berfokus untuk mengedukasi dan menghibur pembaca. Konten tersebut harus informatif dan relevan untuk mengembangkan strategi pemasaran konten. Tugasnya yaitu membuat materi tertulis seperti artikel, caption di media sosial, blog, dan sebagainya yang bertujuan untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada target audiens.
2. Menerapkan Optimasi SEO
Optimasi SEO adalah salah satu tugas seorang digital marketer. Dengan menerapkan SEO, website berpeluang mendapat lebih banyak pengunjung dikarenakan website tersebut berada di peringkat atas mesin pencarian seperti Google, Yahoo, dan sebagainya.
Jika banyak pengunjung masuk ke website Anda, maka traffic organik website Anda akan meningkat. Traffic organik adalah traffic dari pengunjung website yang dihasilkan dari pencarian organik di mesin pencari tanpa menggunakan iklan.
Strategi optimasi SEO juga dapat menghemat anggaran dan ekspansi pasar lebih luas. Dengan SEO Anda bisa mendatangkan banyak pengunjung dari mesin pencarian, dan sebagian dari pengunjung tersebut bisa menjadi pembeli.
3. Melakukan Social Media Marketing
Di zaman ini, hampir semua orang pasti memiliki media sosial. Karena itulah media sosial merupakan salah satu platform yang dapat digunakan untuk menarik banyak calon pembeli.
Untuk melakukan job desk ini, digital marketer harus memiliki pengetahuan tentang algoritma media sosial agar konten yang dibuat efektif dan sesuai untuk target audiens. Anda juga harus bisa merencanakan dan menentukan kampanye media sosial yang tepat untuk target audiens.
Dengan melakukan strategi social marketing yang efektif, Anda dapat membangun brand awareness dan juga meningkatkan pembelian. Beberapa contoh media sosial yang sering digunakan yaitu Instagram, Tiktok, Youtube, Facebook, dan masih banyak lagi.
4. Membangun Branding
Membangun branding atau memperkuat citra sebuah brand adalah satu satu job desk digital marketing. Dalam pemsaran, branding dilakukan untuk menciptakan brand awareness kepada target audiens. Image atau pandangan publik masyarakat sangat berpengaruh dengan jalannya bisnis atau perusahaan tersebut.
Branding adalah aktivitas komunikasi untuk membangun, mempertahankan, dan memperkuat sebuah brand. Dengan adanya branding yang kuat, Anda dapat memperluas target pasar, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan mempengaruhi keputusan pembelian para calon pembeli. Semakin populer brand Anda, maka penjualan pun akan meningkat.
Untuk membangun branding yang baik, digital marketer harus membuat kampanye digital yang menunjukkan karakter, kredibilitas, keunikan, dan keunggulan lainnya yang dimiliki oleh bisnis tersebut. Branding juga dapat dilakukan sebagai pembeda bisnis tersebut dari kompetitor lainnya.
5. Membangun Strategi Marketing Funnel
Marketing funnel adalah sistem yang menjelaskan tahapan yang dilalui pelanggan sebelum pelanggan memutuskan untuk pembelian. Tujuannya yaitu untuk memahami proses tersebut sehingga dapat memaksimalkan konversi yang diinginkan oleh suatu perusahaan.
Dengan mendapat insight terkait perilaku calon pembeli, digital marketer dapat menyesuaikan strategi yang tepat dan konten yang relevan untuk kebutuhan calon pembeli. Semakin banyak leads, maka semakin tinggi juga peluang peningkatan penjualan. Karena itu penting untuk membangun strategi marketing funnel yang tepat.
Tahapannya yaitu awareness, interest, desire, dan action.
Jenjang Karier Digital Marketing
Karier di bidang digital marketing mulai semakin populer dan diminati oleh banyak orang. Karena perusahaan telah beralih dari pemasaran tradisional menjadi digital, maka mereka sangat membutuhkan seseorang yang ahli di bidang pemasaran digital.
Berikut jenjang karier digital marketing yang harus Anda ketahui jika ingin memulai karier sebagai digital marketer :
1. Entry Level
Ketika Anda baru memulai karier di bidang ini, Anda akan masuk ke entry level digital marketing. Posisi ini akan Anda jalankan selama 1-2 tahun kerja.
Contoh pekerjaan di bidang entry level yaitu content writer, copywriter, social media staff, editor, dan sebagainya. Biasanya gajinya berkisar antara Rp5.000.000 – Rp7.000.000.
2. Specialist
Jika Anda telah melalui entry level, Anda akan naik ke level specialist. Posisi ini akan menjadi leader atau atasan dari Entry Level.
Contoh pekerjaan di tingkat Specialist adalah Social Media Specialist, SEO Specialist, Content Specialist, Digital Marketing Specialist, dan sebagainya. Gajinya rata-rata berkisar antara Rp7.000.000 – Rp10.000.000.
3. Digital Marketing Lead
Tidak semua perusahaan memiliki Digital Marketing Lead, biasanya hanya ada di perusahaan-perusahaan besar saja. Tugas utamanya yaitu untuk mengawasi pekerjaan Entry Level dan Specialist.
Seorang Digital Marketing Lead juag bertugas untuk membuat strategi pemasaran serta menentukan target pasar.
4. Digital Marketing Manager
Tingkat tertinggi atau puncak dari jenjang karier digital marketing adalah Digital Marketing Manager. Posisi ini bisa dicapai jika Anda telah memiliki pengalaman kerja selama 5-7 tahun.
Mereka memiliki tanggung jawab yang besar atas seluruh kegiatan pemasaran digital di suatu perusahaan. Tugas mereka juga untuk mengawasi posisi digital marketing yang dibawahnya. Gaji rata-rata untuk tingkatan ini ialah Rp12.000.000 – Rp18.000.000.
Kesimpulan
Menjadi seorang digital marketer bukanlah hal yang mudah. Job desk digital marketing tidak dapat dilakukan secara asal, melainkan harus dengan skill atau keterampilan khusus. Anda dapat meningkatkan skill untuk menjadi digital marketer dengan mengikuti Bootcamp Digital Marketing di Course-Net.
Course-Net memiliki pelatihan digital marketing bersertifikasi terbaik di Indonesia. Dengan materi yang terstruktur dari bimbingan Coach kelas dunia, Anda dapat memulai karier Anda menjadi seorang Digital Marketing Specialist.











