Apa Itu Data Sekunder: Contoh Pengumpulan Data Sekunder

apa itu data sekunder

Dalam suatu penelitian, data sekunder adalah sumber data yang memiliki peran penting selain data primer. Sebagai peneliti atau orang yang bekerja dengan data, jenis sumber data ini wajib dipahami karena sangat membantu dalam proses pengumpulan data nantinya. Pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai apa itu data sekunder.

Apa itu Data Sekunder?

Data sekunder adalah data yang sumbernya berasal dari berbagai sumber informasi yang sebelumnya sudah ada, misalnya buku, jurnal, artikel, situs web, dokumen dan lain sebagainya.

Artinya, data sekunder adalah data yang didapatkan oleh peneliti tidak secara langsung dari narasumber atau objek penelitian, melainkan dari sumber lainnya baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. Data sekunder merupakan data yang tidak didapatkan secara langsung melalui wawancara atau angket.

Meskipun demikian, peran data sekunder sangatlah penting karena digunakan untuk melengkapi kebutuhan data penelitian dan menyempurnakan kumpulan data primer.

Data sekunder bisa juga diperoleh dari informasi yang dikumpulkan oleh individu maupun kelompok seperti data sensus. Sumber data sekunder biasanya lebih mudah didapatkan dan diakses daripada data primer. Umumnya, bentuk data sekunder berupa diagram, tabel, grafik, dan sejenisnya.

Baca Juga: Kenali Tipe, Jenis, dan Metode Data Penelitian

Perbedaan Data Primer & Data Sekunder

Meski kedua jenis data ini mempunyai perbedaan signifikan, tapi keduanya bisa saling melengkapi untuk keutuhan penelitian. Lalu apa saja aspek perbedaan-perbedaannya, simak pembahasannya berikut untuk lebih jelasnya mengenai perbedaan data primer dan sekunder.

Bentuk Data

Pada umumnya, bentuk data primer belum diolah. Data ini didapatkan langsung melalui sumber utamanya, dan bentuk datanya benar-benar mentah. Belum terdapat penyempurnaan pada data primer.

Tapi data primer spesifik menyesuaikan kebutuhan suatu penelitian. Agar membuktikan keasliannya yaitu dengan melihat seperti apa kualitas hasil penelitian. Sementara untuk data sekunder, bentuk datanya diolah dan disusun dengan memakai metode statistik.

Mayoritas sudah tampak rapi dan sempurna. Tapi untuk spesifikasinya, bukan yang terlalu spesifik untuk kebutuhan peneliti. Data yang bersifat sekunder tidak dapat menjadi patokan untuk menentukan kualitas sebuah penelitian.

Jadi, hanya sekadar menjadi pelengkap data primer saja nantinya.

Konsep Data

Kalau dikaji melalui definisinya, jenis data primer merupakan basis utama untuk penelitian. Jenis data ini dikumpulkan langsung melalui sumber utamanya, caranya dengan lewat wawancara, eksperimen dan survei. Biasanya data primer bersifat spesifik, alasannya karena data primer disesuaikan untuk kebutuhan peneliti.

Data sekunder berbagai tipe informasi yang sudah ada sebelumnya. Data-data tersebut bisa berupa grafik, tabel, atau diagram mengenai informasi penting, contohnya sensus penduduk. Jenis data ini bisa dikumpulkan lewat berbagai macam sumber, mulai dari situs web, dokumen pemerintah, buku-buku dan lain sebagainya.

Sifat Data

Data primer mengacu kepada real-time, datanya terus berkembang. Sementara untuk sekunder, merupakan jenis data yang ada hubungannya dengan yang lalu dan bersifat tetap. Pada proses pengumpulan, data primer melibatkan partisipasi peneliti secara aktif.

Data primer biasanya dikumpulkan memakai kegiatan eksperimen, survei, observasi, kuesioner, dan wawancara pribadi. Bisa juga ada media-media lain atau metode-metode lain yang dipakai agar mendapatkan data lapangan.

Untuk pengumpulan jenis data sekunder cenderung lebih cepat dilakukan dan lebih mudah. Peneliti mendapatkan data-data ini dengan sumber publikasi mulai dari website, buku, dokumen dari pemerintah, dan jurnal.

Fungsi Data Sekunder

Adapun beberapa kegunaan data sekunder adalah sebagai berikut.

1. Mengoptimalkan Pemahaman Kontekstual

Dengan mengakses dan mengumpulkan sumber data yang sudah ada, maka peneliti dapat dengan mudah untuk mengumpulkan informasi sehingga dalam memahami konteks penelitian pun lebih mendalam dan optimal. Hal ini berlaku untuk data kuantitatif maupun kualitatif.

2. Pengujian Hipotesis

Peneliti juga dapat melakukan pengujian hipotesis melalui Data sekunder dengan cara menganalisis hubungan antar variabel. Dengan begitu maka peneliti dapat melakukan validasi hipotesis mereka.

3. Perbandingan Data

Data sekunder sangat melimpah dan mudah diakses sehingga peneliti bisa dengan mudah membandingkan data dari berbagai sumber. Melalui cara ini peneliti dapat melakukan identifikasi persamaan dan perbedaan pada suatu fenomena yang sedang diteliti.

4. Identifikasi Pola dan Tren

Kegunaan data sekunder adalah membantu peneliti dalam mengetahui pola tren, maupun perubahan yang terjadi pada data. 

5. Untuk Riset Lanjutan

Data sekunder sering menjadi inspirasi bagi peneliti untuk melakukan inovasi riset lanjutan. Pasalnya, peneliti dapat melihat celah kesempatan dan wawasan topik penelitian baru yang belum dieksplorasi.

6. Membantu Mengambil Keputusan

Melakukan analisis data yang bersumber pada data sekunder membantu peneliti dalam pengambilan keputusan sesuai dengan informasi yang jelas, akurat, objektif, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Sumber untuk Mendapatkan Data Sekunder

Data sekunder bisa didapatkan melalui berbagai sumber di antaranya sebagai berikut.

1. Buku

Ketika melakukan penelitian buku yang berkaitan dengan topik penelitian dapat menjadi sumber data sekunder. Buku merupakan contoh data sekunder yang autentik dan mendukung penyiapan tinjauan pustaka.

2. Jurnal dan Artikel Ilmiah

Jurnal dan artikel ilmiah merupakan sumber data sekunder yang sangat penting bahkan bisa lebih penting dari buku karena terbitan baru secara berkala. Artinya sumber data sekunder dari jurnal dan artikel ilmiah memuat informasi terkini. Selain itu, jurnal dan artikel memiliki substansi yang lebih spesifik terkait penelitian.

3. Website

Tidak semua informasi yang dimuat di website bersifat kredibel kok sehingga hanya website tertentu yang teregulasi yang dapat dijadikan sebagai sumber data sekunder.

Banyak peneliti yang membagikan data asli melalui website regulasi dan dapat dipercaya. Beberapa contoh di antaranya adalah website organisasi swasta website pemerintah, website komunitas, dan lembaga-lembaga tertentu yang bekerja dalam ranah pengumpulan data.

Contoh Pengumpulan Data Sekunder

Untuk lebih memudahkan dalam memahami sumber data sekunder, berikut contoh pengumpulan data secara sekunder adalah:

1. Data Sensus

Data demografi yang meliputi jumlah penduduk jenis kelamin pekerjaan, usia, tingkat pendidikan, dan informasi lainnya yang didapatkan dari sensus penduduk merupakan salah satu contoh sumber data sekunder yang kerap dimanfaatkan oleh peneliti. Biasanya sensus penduduk dilakukan oleh lembaga pemerintah yang mana data sensus tersebut nantinya diunggah dalam website teregulasi.

2. Data Publikasi Ilmiah

Contoh data sekunder berikutnya adalah data publikasi ilmiah seperti makalah, skripsi, tesis, dan disertasi maupun sumber ilmiah lainnya.

3. Data Keuangan

Data keuangan sering dimanfaatkan oleh peneliti sebagai sumber data sekunder untuk mendukung hasil penelitian. Hal ini meliputi laporan keuangan suatu lembaga maupun laporan keuangan perusahaan yang diterbitkan tahunan.

4. Data Administrasi Pemerintah

Data ini asalnya dari berbagai lembaga pemerintah yang meliputi data kesehatan, kependudukan, ekonomi, dan berbagai data lainnya untuk tujuan yang bersifat administratif. 

5. Data Arsip

Arsip dan koleksi merupakan data yang diarsipkan oleh lembaga tertentu seperti perpustakaan, museum, dan institusi budaya. Bagi para peneliti yang mengangkat topik sejarah, data arsip dan koleksi menjadi sumber data sekunder yang sangat mendukung. Misalnya data arkeologi, foto, dokumen historis, koleksi sejarah, dan lain-lain.

6. Data Pendidikan

Bagi para peneliti di bidang pendidikan data statistik pendidikan yang meliputi jumlah lulusan, data partisipasi siswa atau data pendidikan lainnya sangatlah penting. Data ini dikumpulkan oleh lembaga statistik atau lembaga pendidikan untuk tujuan tertentu.

7. Data Lingkungan

Beberapa organisasi nirlaba dan badan riset lingkungan mengumpulkan data mengenai lingkungan. Beberapa data yang diambil antara lain yaitu kualitas air, udara, dan dampak lingkungan di sekitar.

8. Data Ekonomi

Banyak para peneliti yang memanfaatkan sumber data sekunder khususnya data ekonomi seperti data inflasi, statistik ekonomi nasional, lapangan kerja, dan perdagangan. Data ekonomi dikumpulkan dan diterbitkan oleh lembaga riset ekonomi maupun lembaga pemerintahan tertentu.

9. Data Teknologi Informasi

Untuk mendapatkan data sekunder berupa data teknologi informasi ini semakin mudah karena banyak lembaga riset yang berupaya mengumpulkan data seputar teknologi informasi. Beberapa di antaranya adalah data e-commerce, penggunaan internet, penggunaan medsos, dan lain sebagainya.

Contoh Kasus Penggunaan Data Primer & Sekunder

Contoh Kasus Penggunaan Data Primer & Sekunder

Agar lebih memahami seperti apa data primer dan data sekunder, coba perhatikan beberapa contoh-contohnya di lapangan. Berikut penjelasan mengenai contoh kasus penggunaan untuk kedua jenis data tersebut.

Data Primer

Berikut beberapa contoh pemakaian data primer:

– Lembaga Survei melakukan penelitian seputar dengan elektabilitas pada partai-partai tertentu untuk menyongsong Pemilu untuk Tahun 2027. Perolehan data-data dari lembaga survei tersebut yang merupakan bentuk data primer

– peneliti ingin tahu kepuasan pelanggan seputar penggunaan jasa ekspedisi di masyarakat, peneliti langsung memberikan angket untuk pelanggan-pelanggan jasa ekspedisi tersebut

– Observasi dilakukan mahasiswa untuk mencatat penelitian seputar kegunaan tanaman melati, proses dan sekaligus penjelasan mengenai kegunaan melati tersebut merupakan data primer .

– Dokumentasi seperti foto-foto yang diambil saat terjun langsung di lapangan adalah data primer juga

Seperti itulah kurang lebih contoh-contoh pemakaian data primer. Jika peneliti langsung terjun mencari tahu informasi di lapangan, maka itulah yang dinamakan data primer.

Data Sekunder

Setelah tahu apa itu data sekunder, selanjutnya simak beberapa contoh kasus pemakaian jenis data tersebut berikut ini:

– Peneliti ingin riset memakai metode studi literatur seputar penyebaran flu burung di Indonesia. Penelaahan ini dilakukan dengan mencari berita-berita dari sumber-sumber tepercaya. Lalu peneliti kemudian melakukan analisis terhadap sumber-sumber tersebut yang disesuaikan dengan tujuan penelitian.

– Seorang peneliti melakukan riset mengenai pertumbuhan penduduk dan sekaligus mengkaji pertumbuhan ekonominya. Pada kasus satu ini, peneliti bisa mengetahui informasi tersebut melalui dokumen-dokumen dinas kependudukan.

– Peneliti melakukan kajian seputar analisis pidato Sri Mulyani lalu kemudian mengumpulkan beberapa sumber seperti video-video pidato dari Youtube. Untuk kasus tersebut, data (video) yang peneliti ambil adalah jenis data sekunder

Kesimpulan

Data sekunder sudah biasa menjadi pilihan data yang diminati peneliti-peneliti. Data ini juga tidak hanya didapatkan melalui offline, bisa juga diakses secara online lalu kemudian diterapkan langsung. Keuntungan memakai data primer yaitu peneliti bisa mengumpulkan informasi langsung sesuai tujuan studi mereka secara khusus.

Pada intinya dari draft pertanyaan peneliti memang disesuaikan dengan tepat untuk memperoleh informasi data. Data tersebut yang bisa membantu mereka untuk studi secara spesifik dan akurat.

Jika peneliti menggunakan wawancara, observasi dan survei langsung, maka akan lebih reliabel. Mengapa reliabel? Karena data ini bersifat objektif lalu dikumpulkan dari sumber asli langsung. Adanya data ini mampu memberikan informasi terbaru seputar topik penelitian tertentu dibandingkan data sekunder.

Data sekunder bisa saja didapat dari sumber penelitian atau kajian setahun yang lalu atau beberapa tahun yang lalu. Tapi yang jelas adalah tentu saja data sekunder lebih mudah diakses.

Course-Net bisa menjadi tempat terbaik untuk kamu yang ingin menguasai materi teknologi informasi dan mengikuti kursus data science. Coach atau pengajar di sini merupakan kelas dunia. Nantinya kalian akan dibimbing secara bertahap dan mulai dari materi paling dasar.

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: