Contoh Isi Resume Lamaran Kerja yang Tepat? Panduan Lengkap

Contoh Isi Resume Lamaran Kerja yang Tepat? Panduan Lengkap

Apakah Anda ingin tahu contoh resume lamaran kerja yang baik? Anda bisa mencari tahunya melalui artikel berikut ini. Membuat resume lebih baik tidak boleh disepelekan karena termasuk salah satu kesempatan berharga untuk memperlihatkan keunggulan Anda.

Adanya resume juga bisa mempermudah rekruter untuk menelaah kualifikasi kandidat.

Bagaimana Contoh Isi Resume Lamaran Kerja yang Tepat? Panduan Lengkap

Contoh Isi Resume Lamaran Kerja yang Tepat
Source: Rumah123

Seperti yang kita tahu, perekrut mungkin harus membaca dan menelaah berkas lamaran kerja dalam jumlah yang sangat banyak. Adanya resume ini bisa membantu pekerjaan mereka dan bisa menjelaskan kekuatan Anda juga sebagai kandidat.

Saya termasuk yang pernah beberapa kali mengerjakan resume untuk melamar kerja. Saya pernah dihargai oleh rekruter karena kualitas resume yang baik. Tapi saya memang perlu beberapa kali kesempatan untuk meningkatkan performa resume saya.

Baca Juga: 5 Cara Mengirim CV Lewat Email Yang Baik dan Benar Beserta Contohnya

Agar bisa memahami contoh resume yang ideal, simak poin-poin berikut:

1. Periksa lowongan pekerjaan terkait secara teliti

Coba telaah apa saja frasa terkait poin yang dibutuhkan dalam lowongan pekerjaan tersebut. Anda bisa gunakan frasa tersebut dalam resume Anda. Untuk mempermudah penyaringan, biasanya perusahaan memakai software untuk menyaring berdasarkan kata kunci.

Jadi pastikan kata kunci penting tersebut Anda gunakan pada resume. Sementara kata kunci ini biasanya tersemat pada informasi lowongan kerja. Penyesuaian kata kunci tersebut bisa dari keterampilan, pengalaman, dan sebagainya. Tapi jangan paksakan jika memang Anda tidak sesuai dengan kata kunci tersebut.

2. Pastikan format resume memudahkan rekruter

Resume yang memudahkan rekruter mengidentifikasi detail-detail yang ada merupakan contoh resume lamaran kerja yang baik. Jadi, mulai dengan pastikan informasi yang tersemat hanya yang relevan dan utama saja. Hapus kalau misal ada informasi yang kurang relevan.

Untuk nama Anda dan kontak, pastikan ada di atas. Lebih baik hindari berkreasi berlebihan dengan bagan atau gambar jika itu tidak memudahkan pembaca. Jangan gunakan font yang asing atau unik.
Gunakan saja font yang profesional secara umum misalnya Calibri, atau Arial. Sementara untuk font, bisa gunakan 10 sampai 12.

3. Sematkan judul dan ringkasan simple tapi padat

Dari beberapa kali saya membuat resume, ternyata resume yang paling diapresiasi tim HRD adalah resume saya yang singkat tapi tetap jelas. Untuk meningkatkan kesederhanaan sekaligus kejelasan, buat judul serta ringkasan singkat. Ringkasan yang dimaksud ini biasanya disebut tujuan resume.

Untuk judul, Anda bisa menulis apa yang telah Anda capai. Buat saja judul ini dengan satu kalimat tapi bisa juga dua kalimat asal tidak terlalu panjang. Agar mempermudah Anda, coba pikirkan kembali apa prestasi membanggakan Anda. Saat membuatnya Anda bisa fokus pada nilai deskriptif singkat serta kemenarikan.

Contoh Isi Resume lamaran kerja dari judul serta ringkasannya misal seperti ini:

Judul:

Digital marketer profesional bersertifikat dan berpengalaman 4+ tahun.

Ringkasan resume:

Berpengalaman luas dalam menyukseskan kampanye pemasaran yang telah diakui oleh manajemen. Pengetahuan luas seputar tren pasar terkini dan menguasai banyak software. Bersemangat berkarir dalam bidang e-Commerce dan sosial media.

4. Tulis pengalaman pekerjaan

Setiap saya membuat resume, saya tidak pernah ketinggalan mencantumkan detail pengalaman kerja karena memang perannya sangat penting. Jadi, memberikan detail pengalaman kerja pada resume merupakan contoh resume lamaran kerja yang tepat.

Ada kondisi tertentu di mana pengalaman perlu dicantumkan sebelum pendidikan dan ada kondisi sebaliknya juga. Tata letak tersebut bergantung kepada kapan Anda lulus dan jenis industri terkait.

Anda tidak perlu tulis semua pengalaman Anda dalam bekerja. Tulis saja yang jelas relevan sesuai dengan lamaran pekerjaan. Pertimbangkan juga untuk memakai poin pada saat menyampaikan pengalaman tersebut agar lebih mudah dicerna. Lebih baik sampaikan juga pencapaian tertentu karena rekruter lebih tertarik dengan itu.

Misal contohnya pengalaman kerja Anda yang dicantumkan yaitu tugas digital marketing. Anda bisa sampaikan prestasi seperti peningkatan efisiensi program pemasaran seberapa persen. Prestasi atau hasil tersebut lebih baik disampaikan yang hasilnya matematis atau bisa diukur.

Menyampaikan prestasi secara non-matematis tentunya cukup ambigu dan kurang bisa ditelaah kebenarannya. Meski begitu, memang beberapa aspek tidak bisa mudah diukur, tetap sampaikan saja meski tidak secara matematis. Semakin banyak prestasi Anda yang disampaikan dan relevan, makin baik.
Lebih baik Anda sampaikan pengalaman kerja secara mendetail untuk bidang yang relevan.

Menyampaikan pengalaman kerja pada bidang yang jauh berbeda akan percuma meski sudah bertahun-tahun. Meski Anda berpengalaman dalam program magang, tetap harus disampaikan karena itu termasuk pengalaman kerja juga.

5. Tulis pendidikan Anda

Biasanya pendidikan ditulis pada bagian akhir tapi Anda mungkin perlu menulisnya lebih awal kalau lamaran terkait membutuhkan sertifikasi. Sama halnya jika Anda fresh graduate, Anda mungkin perlu menyertakan pendidikan di bagian awal. Contoh resume lamaran kerja yang benar yaitu yang menyertakan pendidikan beserta sertifikasi.

Sertifikasi ini sangat bermanfaat karena bisa menjelaskan secara resmi kualifikasi Anda. Tapi jangan sampaikan sertifikat yang tidak relevan. Sementara untuk penulisan pendidikan, tulis gelar, bidang studi, dan institusi terkait. Untuk nilai IPK, Anda boleh untuk tidak menyebutnya terutama kalau IPK Anda tidak cukup memadai.

Jangan lupa tuliskan juga penghargaan yang telah Anda dapatkan saat menjalani pendidikan tersebut. Pendidikan tiap orang-orang memang berbeda-beda, Anda perlu cantumkan gelar pendidikan yang paling tertinggi. Kalau Anda belum lulus, tapi tetap relevan dengan lamaran kerja, bisa tulis seadanya.

Contoh:

Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto
2020–2022; Telah menyelesaikan 80 kredit untuk menuju Sarjana Ekonomi

6. Sampaikan juga skill-skill Anda

Saya beberapa kali tidak lupa mencantumkan skill saya barangkali itu bisa membantu tim HRD mengenal kemampuan saya. Dalam paragraf yang menjelaskan skill, cantumkan skill profesional yang relevan saja. Coba telaah terlebih dahulu lamaran kerja terkait, kalau tertera skill yang Anda kuasai, Anda bisa cantumkannya.

Skill yang dimaksud di sini mencakup hard skill maupun soft skill karena keduanya sama-sama bermanfaat. Contoh hard skill itu misalnya menguasai tools atau software. Sementara soft skill lebih ke kemampuan organisasi yang baik, kemampuan tech-savvy, interpersonal tinggi, orientasi detail, dan sebagainya.

Apa pun itu skill yang Anda sampaikan, harus dipastikan sesuai dengan lamaran kerja terkait. Hal penting yang harus diperhatikan adalah seputar sepele atau tidaknya skill yang dicantumkan. Seberapa umum dan khusus skill tersebut juga harus Anda perhatikan.

Misalnya saja untuk Microsoft Office, Anda bisa lebih mengarah ke penguasaan Vlookup, Tabel Pivot, dan sebagainya alih-alih Excel atau Office.

7. Periksa kembali semuanya

Cek kembali baik itu dari segi kesalahan pengetikan, kurangnya detail, format resume dan sebagainya. Pastikan untuk membuat resume saat pikiran sedang segar-segarnya agar meminimalisir kesalahan. Kalau semua aspek sudah dicek kembali, maka resume sudah siap untuk dikirim.

Baca Juga: 7 Panduan Membuat Surat Lamaran Kerja Yang Baik Dan Benar

Itulah pembahasan seputar contoh resume lamaran kerja yang tepat. Agar Anda bisa punya kualifikasi memadai untuk melamar kerja, Anda bisa mengikuti kursus bersertifikasi dan berkualitas dari Course-Net. Banyak jenis kursus tersedia termasuk cyber security, kursus digital marketing, UI/UX, website, data science dan banyak lagi.

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: