Mengenal Biometric Authentication, Keamanan yang Lebih Andal dari Password

Hidup di era yang penuh dengan kemajuan dan inovasi teknologi membuat Anda dapat melakukan segala aktivitas secara lebih mudah. Namun, kemudahan ini disertai juga dengan maraknya ancaman siber seperti serangan brute-force.

Hadirnya password telah berperan sebagai lapisan keamanan tambahan akun dari suatu sistem atau aplikasi. Namun, password juga memiliki kelemahannya sendiri karena sulit diingat dan lebih mudah untuk diretas sekarang.

Inilah mengapa biometric authentication dipilih sebagai pengganti sistem password yang lebih handal dan praktis. Untuk mengenali apa yang dimaksud dengan biometric authentication secara lebih lanjut, simak artikel berikut ini.

Definisi Biometric Authentication

Biometric authentication atau autentikasi biometrik adalah sebuah metode autentikasi yang membutuhkan proses proses verifikasi identitas Anda sebagai penggunanya. Umumnya, sistem ini akan mengandalkan ciri-ciri biologis beserta perilaku unik yang umumnya berupa sidik jari, wajah, retina mata, hingga suara.

Secara singkatnya, teknologi ini mengandalkan data biologis dari DNA setiap individu dan memanfaatkannya untuk lapisan keamanan sistem yang lebih sulit untuk dikelabui.

Baca Juga: Digital Security Adalah : Jenis dan Cara Menjaga Keamanan Digital

Jenis-Jenis Biometric Authentication

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, ada beberapa jenis autentikasi biometrik yang banyak diterapkan di era modern ini, yaitu dalam bentuk fingerprint, facial recognition, hingga vein pattern recognition.

1. Sidik Jari (Fingerprint)

Teknologi biometric yang pertama adalah sebuah fingerprint scanner. Pemindai ini bekerja dengan cara menangkap gambar sidik jari yang menempel dan membandingkannya dengan data yang tersimpan.

Selanjutnya, alat ini juga akan menganalisis pola unik sidik seperti alur dan titik. Metode ini umum digunakan pada perangkat seperti handphone dan laptop, akses gedung, dan absensi karyawan.

2. Pengenalan Wajah (Face Recognition)

Teknologi ini dibekali dengan sebuah kamera yang berfungsi untuk menangkap dan menganalisis fitur wajah Anda menggunakan bantuan AI, mulai dari jarak antar mata, bentuk hidung, dan lain sebagainya.

Sistem face recognition umumnya digunakan sebagai fitur keamanan smartphone, sistem keamanan bandara, pengawasan publik, beserta analisis perilaku konsumen di beberapa toko retail.

3. Pengenalan Iris Mata

Selanjutnya adalah metode keamanan yang memanfaatkan pola iris mata yang unik dan stabil. Informasi pribadi ini akan lebih sulit dipastikan karena menggunakan ciri fisik yang ada di dalam tubuh.

Walaupun berguna, mengimplementasikan metode keamanan ini cukup sulit karena Anda akan membutuhkan perangkat khusus serta proses pemindaian mata yang cukup kompleks.

4. Pengenalan Suara

Untuk menambah lapisan keamanan, beberapa sistem keamanan menggunakan fitur pengenalan suara untuk mengenali frekuensi dan intonasi suara dari setiap individu.

Namun, dua komponen tersebut sangat mungkin untuk dipengaruhi faktor kesehatan dan emosi dan lebih berpotensi untuk disalahgunakan dalam pemalsuan dengan rekaman suara.

5. Pengenalan Pola Vena (Vein Pattern Recognition)

Jenis biometric authentication yang terakhir adalah vein pattern recognition. Teknologi satu ini menggunakan sinar inframerah untuk memindai pola vena di bawah kulit Anda. Sistem ini juga menawarkan tingkat keamanan yang tinggi karena lebih sulit untuk dipalsukan.

Keuntungan dan Kerugian Biometric Authentication

Seperti halnya teknologi lainnya, autentikasi biometrik memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Berikut adalah keuntungan dan kerugian menggunakan teknologi autentikasi biometrik:

Keuntungan

Keuntungan yang diberikan oleh teknologi ini mencakup empat jenis, yaitu di bidang keamanan, kemudahan penggunaan, keunikan, dan efisiensi. Berikut inilah penjelasan singkatnya:

  1. Tingkat Keamanan yang Tinggi: Ciri-ciri fisik unik akan lebih sulit untuk ditiru atau dicuri sehingga akun atau sistem Anda dapat terlindungi secara lebih optimal dibandingkan kata sandi biasanya.
  2. Kemudahan Penggunaan: Anda tidak perlu mengingat password atau kode OTP yang rumit. Dengan teknologi ini, Anda hanya butuh untuk berdiri di depan perangkat pemindai.
  3. Unik Untuk Setiap Individu: Setiap orang memiliki ciri-ciri fisik yang berbeda. Ini yang membuat setiap pembajakan teknologi dengan autentikasi biometrik menjadi sangat sulit untuk dilakukan.
  4. Meningkatkan Efisiensi: Proses otentikasi cenderung menawarkan kecepatan dan kenyamanan untuk Anda, terutama dalam situasi yang membutuhkan akses cepat seperti kontrol akses gedung atau pembayaran.

Kerugian

Di sisi lain, teknologi biometric authentication juga memiliki beberapa kerugian. Semua kerugian dalam menggunakan teknologi tersebut membuat Anda dapat mempertimbangkannya sebelum mengaplikasikannya secara keseluruhan.

  1. Biaya implementasi yang tinggi: Proses implementasi teknologi ini akan memakan biaya yang cukup tinggi, mulai dari persiapan perangkat khusus dan infrastruktur yang memadai.
  2. Privasi data: Data-data biometrik umumnya dan perlu dilindungi dengan sangat ketat. Terjadinya kebocoran data akan menimbulkan dampak yang serius karena data ini tidak mudah diubah seperti password.
  3. Potensi kesalahan identifikasi: Meskipun jarang terjadi, sistem biometrik bisa saja melakukan kesalahan identifikasi, terutama jika kualitas data yang ditangkap cukup buruk atau terdapat perubahan fisik yang drastis.

 

Baca Juga: 10 Cara Menjaga Keamanan Data Pribadi Maupun Bisnis Anda

Penerapan Biometric Authentication dalam Kehidupan Sehari-hari

Dalam kehidupan sehari-hari, mungkin Anda pernah melihat atau menggunakan teknologi dengan autentikasi biometrik tambahan sebagai lapisan keamanan tambahan. Berikut adalah contoh penerapan teknologi ini:

  1. Smartphone: Penerapan fitur Face ID dan Touch ID untuk membuka kunci perangkat, otorisasi pembayaran, dan mengakses aplikasi-aplikasi sensitif.
  2. Akses Masuk ke Gedung: Ini merupakan sistem kontrol akses yang berbasis wajah atau sidik jari. Dengan ini, keamanan gedung akan terjaga dan hanya beberapa orang tertentu yang mendapatkan akses.
  3. Pembayaran: Sistem pembayaran menggunakan sidik jari atau pengenalan wajah di toko-toko atau mesin ATM. Ini membuat transaksi Anda menjadi jauh lebih cepat dan aman.
  4. Penerbangan: Beberapa bandara menerapkan pembuatan boarding pass berbasis wajah untuk mempercepat proses check-in dan meningkatkan keamanan bandara.
  5. Keamanan Perbatasan: Terakhir adalah sistem identifikasi biometrik yang digunakan di perbatasan negara. Kegunaannya adalah untuk memverifikasi identitas wisatawan dan mencegah masuknya orang yang tidak diinginkan.

Tantangan dan Masa Depan Biometric Authentication

Meski menjanjikan, teknologi biometric authentication juga dihadapkan pada beberapa tantangan seperti standarisasi, keamanan data, dan penerimaan publik.

Standarisasi

Diperlukan adanya standar global guna memastikan interoperabilitas sistem ini dari berbagai vendor. Dengan begitu, integrasi dan penggunaan teknologi ini menjadi lebih mudah untuk diterapkan di berbagai platform dan layanan.

Keamanan Data Biometrik

Seluruh data-data biometrik yang bersifat sensitif perlu dilindungi dengan enkripsi yang kuat dan langkah-langkah keamanan lainnya. Selain itu, lembaga yang berwenang juga harus menetapkan peraturan yang jelas mengenai pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data biometrik ini.

Penerimaan Publik

Sebagian masyarakat masih mengkhawatirkan privasi dan penggunaan data biometrik. Untuk itu, Anda perlu mengutamakan edukasi dan transparansi penggunaan dan perlindungan data biometrik.

Tren Terbaru

Teknologi autentikasi biometrik akan semakin terintegrasi dengan AI dan IoT untuk pengalaman pengguna dan sistem keamanan yang lebih baik. Ini dapat berupa kombinasi face recognition dengan analisis perilaku.

Pelajari Strategi dan Langkah-Langkah Keamanan Lainnya dalam Cyber Security

Dapat disimpulkan bahwa biometric authentication adalah sebuah teknologi keamanan yang memberikan Anda berbagai keuntungan, seperti tingkat keamanan yang tinggi dan kemudahan penggunaan.

Meskipun masih ada tantangan yang perlu diatasi, penggunaan biometric authentication tetap memiliki potensi yang baik untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan dalam berbagai aspek kehidupan Anda.

Jika Anda tertarik untuk mempelajari lebih lanjut tentang keamanan siber dan teknologi seperti biometric authentication, pertimbangkan untuk upgrade skill dengan mengikuti Kursus Cyber Security dari Course-Net.

Di kursus ini, Anda akan mendapatkan pembelajaran berbasis experience learning yang akan diajar langsung oleh coach praktisi dengan pengalaman lebih dari 5 tahun.

Namun, bagaimana dengan Course-Net itu sendiri? Kami menjadi satu-satunya penyedia kursus IT dengan 4 penghargaan internasional dan bintang 4.9 dari 15.000+ reviews di Google Review.

Tak hanya itu, dengan sekali pembayaran yang dapat dicicil hingga 18x, Anda bisa memanfaatkan layanan berupa GRATIS re-coaching alias belajar sampai bisa seumur hidup!

Sebanyak 100.000+ alumni dan 472+ corporate clients telah mempercayakan pilihannya pada kami. Tunggu apalagi? Bergabunglah bersama Course-Net sebagai langkah awal karir anda  menjadi seorang cyber security!

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: