Apa Itu serangan DDoS: Definisi , Jenis & Cara Mengatasinya

Apa Itu DDOS Dan Panduan Cara Mengatasi Serangannya

Apa Itu DDOS Dan Cara Mengatasi Serangannya – saat ini pastinya sudha banyak kejahatan yang terjadi di dunia maya. Banyak website yang diserang oleh hacker, malware dan ancaman lainnya. Tidak hanya website perorangan , kini website perusahaan, badan usaha hingga milik pemerintah juga ikut diserang.

Tentu saja serangan ini merugikan banyak orang. Apalagi yang membutuhkan informasi yang ada di dadalam website. Disini kami akan mencoba menjelaskan kepada anda tentang beberapa serangan yang terjadi, Salah satunya adalah DDoS. Disini kami akan mencoba untuk membahas artikel tersebut, Silahkan simak artikel dibawah ini , agar anda bisa memahami serangan DDoS.

Pengertian DDoS

Apa itu DDos atau Distributed Denial of Service sejatinya merupakan serangan siber yang dilakukan dengan cara mengirimkan fake traffic ke dalam suatu sistem atau server secara terus menerus. Serangan cyber seperti ini tentu saja sangat merugikan karena mengakibatkan server target menjadi down karena tidak dapat mengatur seluruh traffic secara tepat.

Umumnya, serangan ini terjadi dengan menyasar beberapa hal terkait koneksi internet, layanan online, hingga suatu website dengan tujuan agar server tidak dapat mengakomodasi traffic transaksi sehingga tidak dapat beroperasi. Serangan seperti ini bahkan tidak hanya terjadi pada layanan perusahaan atau perseorangan, namun juga dapat merambah pada sektor yang lebih tinggi seperti pemerintahan.

Baca Juga : Waspadai 5 Jenis Ancaman Cyber Threat Ini dan Cara Mengatasinya

Cara Kerja DDoS

Serangan DDoS bertujuan untuk membanjiri server target dengan lalu lintas yang sangat besar sehingga server tidak dapat memproses permintaan yang sah. Serangan ini dilakukan dengan memanfaatkan banyak komputer atau perangkat yang telah diinfeksi malware dan dikendalikan oleh penyerang, yang disebut botnet.

Berikut adalah langkah-langkah umum dalam serangan DDoS:

  1. Pembuatan Botnet: Penyerang membangun jaringan botnet dengan menginfeksi banyak perangkat dengan malware. Perangkat ini dapat berupa komputer, server, atau bahkan perangkat IoT seperti kamera keamanan dan router.
  2. Pengendalian Botnet: Penyerang mengendalikan botnet dari jarak jauh melalui command-and-control server.
  3. Peluncuran Serangan: Setelah botnet siap, penyerang mengirimkan perintah ke semua perangkat dalam botnet untuk membanjiri target dengan lalu lintas. Lalu lintas ini dapat berupa permintaan palsu, paket data yang tidak valid, atau jenis lalu lintas berbahaya lainnya.
  4. Gangguan Layanan: Volume lalu lintas yang sangat besar ini membanjiri sumber daya target, seperti bandwidth, CPU, dan memori, sehingga server tidak dapat merespons permintaan yang sah dan layanan menjadi tidak tersedia bagi pengguna yang sah.

Karena serangan DDoS berasal dari banyak sumber, serangan ini sulit diblokir dan ditangkal. Selain itu, serangan DDoS dapat berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari, atau bahkan berminggu-minggu, menyebabkan gangguan yang signifikan bagi target.

DDoS Layer Aplikasi

Perbedaan Serangan DoS dan DDoS

Serangan Denial-of-Service (DoS) dan Distributed Denial-of-Service (DDoS) keduanya bertujuan untuk mengganggu layanan online dengan membanjiri target dengan lalu lintas, sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna yang sah. Perbedaan utama terletak pada sumber serangan. Serangan DoS berasal dari satu sumber, sedangkan serangan DDoS melibatkan banyak sistem, seringkali berupa botnet yang terdiri dari perangkat yang dikompromikan . Karena serangan DDoS berasal dari berbagai sumber, serangan ini lebih sulit dideteksi dan ditangkal daripada serangan DoS . Selain itu, serangan DDoS biasanya menghasilkan volume lalu lintas yang jauh lebih tinggi, yang semakin memperburuk dampaknya pada target. 

Jenis Serangan DDoS

Setelah mengetahui apa itu DDoS, ada baiknya Anda juga mengetahui jenis-jenis serangan yang umum dilakukan. Berdasarkan cara penyerangan yang dilakukan, pada dasarnya DDoS attack dibedakan menjadi 3 jenis, yakni serangan volumetrik, serangan protokol, hingga serangan layer aplikasi.

1. Serangan volumetrik

Serangan DDoS ini lebih banyak memanfaatkan limit dari bandwidth yang dimiliki oleh pemilik website. Adapun caranya yakni dengan menciptakan traffic yang membanjiri server secara konsisten dalam volume yang besar. Akibatnya, bandwidth akan kewalahan menghadapi traffic yang masuk sehingga membuat server menjadi lumpuh.

Serangan DDoS attack adalah serangan yang bekerja dengan memanfaatkan botnet atau jaringan komputer yang dikendalikan dari jarak jauh. Botnet inilah yang kemudian akan menciptakan traffic besar-besaran dalam ukuran bit per second (bps). Serangan seperti UDP (User Data Protocol) Flood hingga DNS Flood menjadi serangan yang paling banyak dilakukan dalam DDoS attack.

2. Serangan protokol

Apabila serangan volumetrik ini dilakukan dengan cara menghabiskan bandwidth dari pengguna website, maka serangan protokol ini justru dijalankan dengan cara menghabiskan sumber daya server. Adapun caranya dengan membanjiri sumber daya server dan situs web menggunakan permintaan protokol palsu.

Permintaan ini dilakukan agar server menggunakan sumber daya yang disediakan. Smurf DDoS, SYN Flood, serta Ping of death merupakan contoh dari apa itu DDoS, terutama pada serangan protokol. Adapun serangan yang dilakukan akan diukur menggunakan satuan packet per second (pps).

3. Serangan pada layer aplikasi

Sesuai namanya, serangan ini akan lebih banyak memanfaatkan layer aplikasi yang rentan, seperti Windows, Apache, hingga OpenBSD. Serangan ini berupaya untuk membuat server menjadi turun dengan cara membuat sejumlah permintaan yang terlihat normal.

Oleh karena serangan ini hanya menargetkan fitur tertentu dari sebuah aplikasi atau website, tidak jarang serangan ini luput dari perhatian banyak orang. Adapun contoh serangan yang dibangun seperti Slowloris atau APDoS yang diukur dalam satuan request per second (rps).

Ciri Ciri Website Anda Terkena Serangan DDoS

  • Bandwidth mengalami lalu litas yang sangat padat secara drastis baik download maupun upload. Terjadi tiba tiba berlangsung secara terus menerus. Jika target adalah VPS, bisa jadi konsumsi bandwidth akan mencapai batas penggunaan sehingga VPS tidak dapat diakses.
  • Load CPU menjadi sangat tinggi padahal tidak ada proses yang dieksekusi yang mengakibatkan kinerja menurun sampai website tidak dapat diakses.
  • Jika sistem anda berada pada penyedia layanan VPS, terkadang ada yang menyediakan layanan informasi sewaktu waktu terjadi aktivitas mencurigakan pada server.

Risiko Serangan DDoS

Serangan DDoS dapat menimbulkan berbagai risiko serius, antara lain gangguan layanan (downtime) yang mengakibatkan situs web atau aplikasi tidak dapat diakses, serta kerugian finansial akibat biaya pemulihan dan hilangnya pendapatan. Selain itu, serangan DDoS dapat merusak reputasi perusahaan dengan menurunkan kepercayaan pelanggan. Beban pada infrastruktur juga meningkat, karena server dan jaringan terpapar lalu lintas yang berlebihan. Botnet yang digunakan dalam serangan dapat mengeksploitasi sumber daya perangkat pengguna, sementara serangan yang berkelanjutan dapat menyebabkan gangguan operasional jangka panjang. Terakhir, serangan DDoS sering kali digunakan sebagai pengalihan perhatian untuk serangan lebih besar seperti pencurian data atau penyebaran malware.

Cara Mencegah Serangan DDoS

1. Menggunakan Layanan Mitigasi DDoS

Layanan mitigasi DDoS adalah solusi yang dirancang untuk mengidentifikasi dan mengurangi serangan DDoS sebelum mereka mencapai server utama. Penyedia layanan seperti Cloudflare, Akamai, atau AWS Shield menggunakan jaringan distribusi yang luas untuk memfilter lalu lintas berbahaya, mencegah serangan dari mempengaruhi infrastruktur Anda. Layanan ini biasanya menawarkan proteksi berbasis cloud yang dapat menangani serangan besar, mengurangi beban pada server internal dan memastikan kelangsungan layanan.

2. Memperkuat Infrastruktur Jaringan

Penggunaan firewall yang canggih dan sistem perlindungan DDoS lainnya dapat membantu mengidentifikasi dan menanggulangi trafik berbahaya. Firewall yang dikonfigurasi dengan benar bisa memblokir alamat IP yang terlibat dalam serangan, sementara solusi khusus DDoS bisa menganalisis pola trafik dan membedakan antara trafik normal dan serangan. Menyediakan bandwidth yang cukup juga penting untuk memitigasi dampak dari serangan besar dan menghindari kelebihan beban pada server atau jaringan.

3. Memantau Lalu Lintas Jaringan

Memantau lalu lintas jaringan secara real-time sangat penting untuk mendeteksi pola serangan DDoS sejak dini. Penggunaan alat pemantauan seperti intrusion detection systems (IDS) atau intrusion prevention systems (IPS) dapat membantu mendeteksi adanya lalu lintas yang tidak normal, seperti lonjakan trafik tiba-tiba dari satu atau beberapa alamat IP. Dengan pemantauan terus-menerus, tim IT dapat segera merespons serangan dan mengambil langkah mitigasi sebelum serangan menyebabkan gangguan signifikan pada layanan.

Langkah-langkah Mengatasi Serangan DDoS Adalah

Setelah mengetahui lebih jauh mengenai apa itu DDoS, tentu tidak lengkap rasanya jika tidak mengetahui bagaimana cara mengatasi serangan tersebut dan melindungi situs web. Sejatinya ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan supaya serangan tersebut dapat dicegah dan ditanggulangi. Berikut cara-cara yang dimaksud.

1. Melakukan identifikasi serangan

Langkah awal yang bisa Anda lakukan sebagai bagian dari proses melindungi jaringan dari DDoS yakni dengan mengidentifikasi serangan yang dilakukan. Jika Anda memiliki server sendiri, maka tanda-tanda serangan akan lebih mudah terlihat. Dengan demikian, Anda dapat bersiap melakukan penanganan sebelum serangan DDoS yang lebih serius terjadi.

2. Menghubungi ISP atau Spesialis DDoS

Salah satu ciri serangan DDoS yakni penyerangan terhadap alamat IP dari sistem. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan laporan terhadap penyedia jasa internet yang dipakai guna mendeteksi serangan seperti apa yang terjadi.

Anda juga perlu menghubungi layanan keamanan spesialis DDoS untuk mendapatkan anti DDoS. Layanan inilah yang nantinya akan membantu Anda dalam menangani setiap serangan yang mungkin saja terjadi. Tentunya, Anda dapat menggunakan cara ini sebagai langkah akhir atau langsung ketika Anda memang sudah tahu adanya serangan yang terjadi.

3. Mempertahankan parameter network

Untuk mencegah terjadinya serangan, sejatinya ada sejumlah cara yang dapat dilakukan, salah satunya dengan memperbesar bandwidth jika masih bisa. Cara ini dapat Anda coba untuk memberikan waktu supaya sistem tidak mudah down. Apabila serangan terlalu besar, cara ini bisa saja kurang berpengaruh.

Itulah beberapa hal yang perlu diketahui mengenai apa itu DDoS adalah, jenisnya, cara penyerangannya, hingga bagaimana mengatasi serangan aplikasi web yang terjadi. Tentunya, Anda tidak boleh hanya asal tahu pengertiannya, namun juga harus benar-benar paham bagaimana mengatasi hal tersebut.

Jika merasa kesulitan dalam hal keamanan siber, Anda dapat mengikuti kursus online di Course-Net, suatu lembaga kursus IT terbaik yang akan memberikan tidak hanya teori namun juga praktik dengan harga yang terjangkau. Nah, sudahkah Anda siap mengamankan web yang dimiliki?

Untuk memperdalam pengetahuan Anda, cek kursus-kursus yang ditawarkan oleh Course-Net, seperti Kursus Cyber Security

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: