Sebagai orang yang terbiasa hidup di zaman yang mengutamakan teknologi terkini, Anda pasti menginginkan minimnya hambatan dalam mengakses beberapa aplikasi cloud.
Terlepas dari lalu lintas atau workload server yang tidak terduga, Anda perlu memaksimalkan penggunaan cloud computing untuk menghasilkan aplikasi andal. Salah satu komponen yang berperan penting di dalamnya adalah load balancing.
Dari berbagai alat dan teknologi infrastruktur cloud yang disediakan oleh pihak Amazon Web Services (AWS), hadirnya Elastic Load Balancing (ELB) dapat memastikan aplikasi cloud Anda tetap responsif, terukur, dan dapat diakses secara fleksibel. Untuk mengenal lebih jauh istilah dari ELB, mari kita simak dahulu apa yang dimaksud dengan istilah load balancing.
Apa Itu Load Balancing?
Load balancing adalah sebuah metode yang bisa membantu mendistribusikan lalu lintas jaringan secara merata pada beberapa sumber daya pendukung aplikasi. Hal ini akan membantu meminimalisir adanya ketidakseimbangan beban antara satu sumber daya dengan yang lainnya.
Umumnya, terdapat beberapa algoritma load balancing yang umum digunakan, seperti round-robin, least connections, dan IP hash. Masing-masing dari mereka menerapkan cara yang berbeda dalam mengarahkan lalu lintas.
Contohnya, load balancer dalam metode least connections akan mengarahkan permintaan ke server dengan jumlah koneksi aktif paling sedikit. Dengan begitu, setiap sumber daya dapat dimanfaatkan secara optimal.
Mengapa Load Balancing Penting dalam Aplikasi Cloud?
Sumber kerja dalam lingkungan cloud bisa mendapatkan beban kerja yang berubah-ubah menyesuaikan permintaan pengguna. Tanpa adanya load balancing yang efektif, beberapa instance dalam arsitektur aplikasi dapat menjadi titik lengah dan mengganggu pengalaman pengguna.
Saat menggunakan load balancer, dipastikan bahwa semua instance perusahaan ini berfungsi dengan baik. Bahkan di saat tingginya permintaan yang harus ditangani, load balancer bisa membantu mengalihkan lalu lintas antar instance lain untuk menghindari kelebihan beban.
Dengan begitu, aplikasi tetap dalam kondisi available bahkan jika sedang mengalami masalah teknis. Inilah yang membuatnya krusial untuk para bisnis yang bergantung dengan ketersediaan layanan yang disediakan.
Baca Juga: 5 Jenis Cloud Computing Beserta Contoh Dan Perannya Dalam Dunia Digital
Apa itu Elastic Load Balancing (ELB) AWS
Elastic Load Balancing (ELB) merupakan sebuah layanan manajemen load balancing dari AWS yang dirancang untuk mendistribusikan traffic aplikasi secara otomatis ke berbagai target, mulai dari instance EC2, kontainer, dan fungsi AWS Lambda.
ELB bisa digunakan untuk berbagai protokol serta jenis lalu lintas, termasuk HTTP atau HTTPS serta TCP atau UCP. Bahkan, ELB dari AWS ini juga dapat membantu mengelola infrastruktur fisik.
Fitur utama yang dimiliki ELB adalah melakukan health checks. Ini menandakan bahwa lalu lintas akan diarahkan ke instance sebagai target yang sehat dan siap menerima permintaan. Sebaliknya, ELB akan berhenti mengirimkan lalu lintas ke instance yang terdeteksi sedang kurang sehat sampai kembali normal.
Memahami Elastic Load Balancing
Elastic Load Balancing menawarkan berbagai fitur dan manfaat bagi penggunanya. Dengan memahami cara kerja ELB yang dapat meningkatkan performa aplikasi Anda secara keseluruhan, Anda akan lebih siap untuk memanfaatkan layanan ini.
Bagaimana Cara Kerja ELB?
ELB bekerja dengan cara menerima semua permintaan dari klien dan mendistribusikannya ke target-target terdaftar berdasarkan algoritma tertentu. Berikut adalah prosesnya secara garis besar:
- Penerimaan Permintaan: ELB akan menerima permintaan dari klien melalui alamat IP publik.
- Distribusi Lalu Lintas: Berdasarkan algoritma load balancing yang dipilih (seperti round-robin atau least connections), ELB akan menentukan target mana saja yang akan menerima permintaan tersebut.
- Health Checks: Sebelum mengirimkan permintaan ke instances, ELB akan melakukan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan bahwa target tersebut dalam kondisi yang baik dan siap menerima trafik.
- Pengalihan Lalu Lintas: Jika sebuah target tidak sehat atau tidak dapat menangani lebih banyak trafik, ELB akan mengalihkan trafik ke target lain secara otomatis.
Manfaat Utama Menggunakan ELB
Bagi para pengembang dan bisnis, menggunakan ELB akan membawakan banyak manfaat. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Skalabilitas: ELB membantu menangani lonjakan trafik pada aplikasi tanpa menyebabkan gangguan layanan.
- Ketersediaan Tinggi: Berkat kemampuannya dalam mendeteksi dan mengalihkan trafik dari instances yang tidak sehat, ELB bisa meningkatkan ketersediaan keseluruhan aplikasi.
- Kinerja: Terakhir, ELB dapat mendistribusikan trafik secara efisien. Dengan begitu, waktu respons aplikasi terhitung rendah bahkan saat beban meningkat.
Jenis-Jenis Elastic Load Balancer
AWS menyediakan beberapa jenis Elastic Load Balancers menjadi tiga jenis untuk memenuhi kebutuhan spesifik setiap penggunanya. Simak penjelasannya secara singkat.
1. Classic Load Balancer
Classic Load Balancer merupakan jenis ELB pertama yang dirilis oleh AWS. Komponen ini berfungsi pada layer transport (TCP) dan layer aplikasi (HTTP/HTTPS). Kelebihan utamanya adalah memudahkan pengguna dalam menggunakan aplikasi serta menangani berbagai protokol.
Dari banyaknya kelebihan, sayangnya jenis ELB ini tidak dilengkapi dengan berbagai fitur-fitur canggih layaknya ELB lainnya seperti Application Load Balancer.
2. Application Load Balancer
Application Load Balancer dirancang khusus untuk mendistribusikan trafik HTTP/HTTPS di layer aplikasi. ELB ini dilengkapi dengan fitur-fitur canggih seperti routing berbasis konten (path-based routing), dukungan untuk WebSocket, serta terintegrai langsung dengan AWS WAF (Web Application Firewall).
Dapat disimpulkan bahwa ALB sangat cocok untuk mikroservis karena bisa menangani berbagai permintaan berbasis URL.
3. Network Load Balancer
Network Load Balancer beroperasi pada layer transport dan dirancang untuk menangani trafik TCP/UDP dengan latensi rendah. Idealnya, NLB digunakan untuk berbagai aplikasi dengan performa tinggi seperti game online atau streaming video karena mampu mempertahankan IP sumber klien selama aplikasi sedang dijalankan.
4. Gateway Load Balancer
Jenis ELB terakhir adalah Gateway Load Balancer yang menggabungkan kemampuan NLB dengan appliance virtual pihak ketiga seperti firewall atau sistem deteksi intrusi. Dengan ini, para pengguna dapat menerapkan kontrol keamanan tanpa kehilangan manfaat berupa elastisitas yang ditawarkan cloud.
Kasus Penggunaan ELB
Secara praktisnya, Elastic Load Balancing (ELB) dapat diterapkan dalam beberapa bentuk. Berikut adalah beberapa di antaranya:
1. Microservices
Dalam arsitektur mikroservis, setiap layanan memiliki kebutuhan skalabilitas dan ketersediaan tersendiri. Untuk itu, ELB hadir dengan mendistribusikan trafik secara efisien antara berbagai mikroservis. Dipastikan bahwa setiap layanan dapat berfungsi secara optimal.
2. Aplikasi Web
Umumnya, aplikasi web mengalami fluktuasi trafik saat adanya waktu atau acara tertentu. Dengan ELB, semua permintaan pengguna dapat ditangani dengan cepat dan efisien terutama saat adanya lonjakan trafik.
3. Game Server
Game online sering kali menarik ribuan hingga jutaan pemain sekaligus. Saat menggunakan ELB, lalu lintas tinggi ini bisa dikelola dengan baik karena koneksi pemain ke server game dapat didistribusikan dengan baik. Ini akan memberikan mereka pengalaman bermain yang lancar tanpa lag.
Integrasi dengan Layanan AWS Lainnya
Elastic Load Balancing juga terintegrasi dengan berbagai layanan AWS lainnya. Berikut adalah beberapa di antaranya:
- Auto Scaling: Integrasi antara Auto Scaling dengan ELB membuat jumlah instance EC2 dapat disesuaikan dengan kebutuhan trafik secara otomotif. Selain menjaga biaya operasional, dipastikan bahwa sumber daya yang diperlukan bisa selalu tersedia.
- AWS Health: AWS Health memberikan informasi real-time terkait status kesehatan instance EC2 Anda yang terdaftar di belakang ELB. Ini memungkinkan tim IT untuk segera bertindak apabila terjadi masalah sebelum merugikan para pengguna.
- CloudWatch: CloudWatch dapat bekerja sama dengan ELB untuk menyediakan metrik performa, misalnya seperti jumlah permintaan per detik atau waktu respon rata-rata. Hal ini akan membantu memudahkan tim pengembang untuk menganalisis performa aplikasi secara lebih lanjut.
Baca Juga: Apa itu Amazon Web Services (AWS)? Pelajari Layanan Komputasi Cloud Oleh Amazon
Best Practices: Elastic Load Balancing (ELB)
Saat ingin menggunakan ELB, Anda perlu memaksimalkannya dengan baik sehingga kinerja aplikasi cloud Anda juga selalu dalam kondisi terbaik. Berikut adalah beberapa praktik yang sebaiknya Anda lakukan untuk memaksimalkan performa ELB.
1. Optimalkan Kinerja ELB
Anda perlu memonitor metrik performa secara berkala melalui CloudWatch serta menyesuaikan konfigurasi berdasarkan hasil analisis tersebut. Dengan begitu, aplikasi tetap bekerja secara optimal. Anda juga bisa menggunakan fitur cross-zone load balancing agar distribusi trafik lebih merata.
2. Pertimbangan Keamanan saat Menggunakan ELB
Kedua, Anda harus memastikan untuk menerapkan SSL/TLS pada koneksi antara klien dengan load balancer. Hal ini akan membantu melindungi data sensitif selama transmisi. Selain itu, sebaiknya berikan akses hanya kepada alamat IP tertentu jika memungkinkan.
3. Ikuti Kursus Cloud Engineer
Untuk lebih memahami implementasi praktis dari Elastic Load Balancing serta teknologi cloud lainnya, mengikuti kursus Cloud Engineer bisa menjadi langkah tepat apabila Anda ingin memperdalam pengetahuan di bidang ini.
Tingkatkan Kinerja Aplikasi Cloud Anda dengan ELB
Elastic Load Balancing telah menjadi salah satu tools yang dibutuhkan untuk mendukung teknologi cloud modern. Berkat kemampuannya dalam meningkatkan skalabilitas, ketersediaan tinggi, serta performa aplikasi Anda secara keseluruhan, alat ini dapat menjaga performa aplikasi yang sedang dikembangkan.
Selain itu, Anda juga perlu memahami cara kerja serta implementasinya untuk bisa mengaplikasikannya secara optimal. Bagaimana caranya? Terapkan salah satu cara yang telah kami jelaskan di atas.
Daftarkan diri Anda dalam Kursus Cloud Engineer dari Course-Net, salah satu lembaga kursus IT terpercaya yang pernah meraih sebanyak 4 penghargaan standar internasional! Bahkan, kami juga mendapatkan bintang 4.9 dari 15.000+ reviews di Google Review.
Dengan mendaftar ke kursus cloud engineer, Anda akan diajar langsung oleh para coach praktisi dengan pengalaman lebih dari 5 tahun. Selain itu, Anda juga akan mendapatkan benefit lainnya berupa experience based learning dan GRATIS re-coaching seumur hidup!
Jika Anda masih ragu-ragu, buktikan sendiri manfaat-manfaat yang kami sediakan. Jadilah salah satu antara 100.000+ alumni dan 472+ corporate clients yang telah bergabung dengan Course-Net!











