Di era penggunaan QR code yang semakin luas, modus penipuan baru ikut bermunculan salah satunya quishing, yaitu phishing yang memanfaatkan QR code untuk mengarahkan korban ke tautan berbahaya atau pencurian data sensitif.
Jika Anda ingin memahami quishing adalah apa, bagaimana cara kerja, serta langkah pencegahannya, baca panduan lengkap di bawah ini.
Apa Itu Quishing?
Asal Istilah dan Sejarah Quishing
Quishing adalah gabungan kata “QR” dan “phishing” yang merujuk pada teknik penipuan siber menggunakan QR code untuk menipu korban agar membuka situs palsu, mengungkapkan data pribadi, atau mengunduh malware.
Istilah ini populer seiring meningkatnya pemanfaatan QR code dalam berbagai aktivitas digital, termasuk pembayaran, promosi, dan layanan informasi.
Perbedaan Quishing dengan Phishing Tradisional
Pada phishing tradisional, pelaku biasanya mengirim tautan berbahaya melalui email atau pesan teks yang bisa diklik langsung, sedangkan pada quishing tautan berbahaya dikodekan ke dalam QR code agar korban memindainya dengan kamera atau aplikasi pemindaian.
Tujuannya sama mengelabui korban untuk memberikan kredensial atau data sensitif namun vektornya berbeda sehingga sebagian kontrol keamanan pada email atau browser dapat terlewati saat korban memakai perangkat seluler.
Mengapa Quishing Semakin Marak Terjadi
Quishing makin marak karena QR code kian mudah ditemukan di kehidupan sehari-hari, sehingga penyerang memanfaatkan kebiasaan memindai QR untuk mengikat korban ke situs berbahaya atau formulir palsu dengan cepat.
Banyak pengguna juga cenderung percaya pada QR code yang ditempel di materi publik atau promosi tanpa memverifikasi sumbernya terlebih dahulu.
Bagaimana Quishing Bekerja?

- Teknik Pemalsuan QR Code
Pelaku dapat membuat QR code tiruan yang terlihat meyakinkan dan menempelkannya di atas QR code asli pada poster, stiker, atau materi promosi, sehingga ketika dipindai korban akan diarahkan ke situs yang dikuasai penyerang.
QR code juga dapat dirancang untuk menyamarkan alamat asli tujuan, misalnya melalui pemendek tautan, agar korban sulit mengenali risiko.
- Skema Pengarahan ke Situs Berbahaya (Malicious URL)
Setelah dipindai, QR code berbahaya biasanya mengarahkan ke halaman login palsu, formulir pengumpulan data, atau halaman unduhan aplikasi yang tidak sah untuk mengambil data pribadi atau menginfeksi perangkat.
Beberapa halaman phishing meniru layanan populer agar korban memasukkan username, password, atau OTP yang kemudian dicuri pelaku.
- Penyalahgunaan untuk Pencurian Data Pribadi dan Finansial
Data pribadi, kredensial akun, hingga informasi finansial seperti detail pembayaran berisiko dicuri melalui halaman phishing yang diakses via QR code jahat. Dampaknya bisa berupa pengambilalihan akun, transaksi tidak sah, hingga kerugian finansial jika penyerang berhasil memanfaatkan data yang terkumpul.
Contoh Kasus Quishing dalam Kehidupan Sehari-Hari
- Quishing di Area Publik (Poster, Stiker, Parkiran)
Penyerang menempelkan QR code palsu pada poster, papan pengumuman, mesin parkir, atau stiker di tempat umum yang ramai agar lebih banyak orang memindai tanpa curiga. QR code tampak sah secara visual, namun mengarah ke situs phishing atau unduhan berbahaya.
- Quishing dalam Kampanye Promo atau Diskon Palsu
Korban dijanjikan promo atau diskon besar melalui materi promosi yang memuat QR code, padahal tautannya membawa ke laman palsu untuk mengumpulkan data pribadi atau detail pembayaran. Teknik ini memanfaatkan urgensi dan daya tarik hadiah atau potongan harga agar korban bertindak cepat.
- Quishing melalui Email, WhatsApp, atau Media Sosial
Pelaku mengirim gambar QR code melalui email, pesan instan, atau media sosial untuk mengajak korban memindai dengan dalih verifikasi akun, klaim hadiah, atau pembaruan keamanan. Metode ini sering dipilih untuk menghindari kecurigaan terhadap tautan klik langsung dan menargetkan perangkat seluler korban.
Ingin memahami ancaman siber seperti quishing dan jadi lebih siap menghadapi serangan digital? Yuk upgrade skill kamu di Bootcamp Cyber Security Course–Net, dapatkan sertifikat internasional dari program CEH & CompTIA Security+ dan belajar langsung dari praktisi ahli yang berpengalaman di industri!
Risiko dan Dampak Quishing bagi Pengguna
- Pencurian Identitas (Identity Theft)
Informasi pribadi seperti nama, alamat, email, nomor telepon, hingga kredensial akun dapat disalahgunakan untuk pencurian identitas setelah korban mengisi formulir atau login di situs palsu yang diakses melalui QR code berbahaya.
- Akses Tidak Sah ke Akun Finansial
Kredensial perbankan atau dompet digital yang dicuri dapat dipakai pelaku untuk mengakses akun finansial, melakukan transaksi tanpa izin, dan menimbulkan kerugian ekonomi bagi korban.
- Penyebaran Malware melalui Tautan QR
Sebagian skema quishing mengarahkan ke unduhan aplikasi atau file berbahaya yang dapat memasang malware pada perangkat, membuka jalan bagi pencurian data lebih luas atau pengambilalihan perangkat.
Cara Mencegah Quishing dengan Aman

- Memeriksa Sumber QR Code sebelum Memindai
Hanya pindai QR code dari sumber terpercaya dan resmi; hindari QR code yang ditempel di tempat umum tanpa identitas jelas, atau yang tampak seperti stiker tambahan menimpa QR asli. Pastikan materi resmi menampilkan identitas penerbit atau domain yang dapat Anda verifikasi.
- Menggunakan Aplikasi Scanner yang Aman
Gunakan pemindai yang dapat menampilkan pratinjau URL sebelum dibuka sehingga Anda bisa memeriksa apakah domain tujuan mencurigakan atau tidak relevan. Batalkan jika alamat terlihat aneh, tidak sesuai layanan, atau memakai pemendek tautan yang tidak dapat Anda verifikasi.
- Menghindari Pemindaian QR Code dari Sumber Tidak Resmi
Jangan memindai QR code dari pesan yang tidak diharapkan, promosi mencurigakan, atau unggahan tidak resmi yang mengarahkan Anda ke proses login atau permintaan data sensitif. Ketik alamat situs secara manual bila ragu terhadap keaslian QR code.
- Mengaktifkan Fitur Keamanan di Smartphone
Aktifkan langkah keamanan seperti verifikasi dua langkah pada layanan penting, pembaruan sistem dan aplikasi, serta solusi keamanan yang membantu memblokir situs berbahaya agar risiko dari tautan QR berbahaya berkurang.
Rekomendasi Praktik Aman bagi Individu dan Perusahaan
- Edukasi Keamanan Siber bagi Karyawan
Lakukan pelatihan dan sosialisasi berkala tentang apa itu quishing, ciri-cirinya, dan prosedur pelaporan insiden agar karyawan mampu mengenali dan menghindari QR code berbahaya.
- Validasi QR Code pada Materi Promosi
Pastikan setiap QR code pada materi promosi internal atau eksternal diverifikasi tujuannya, mengarah ke domain resmi, dan tidak mudah dimodifikasi secara fisik oleh pihak tidak berwenang. Audit berkala pada aset fisik yang memuat QR code membantu mencegah penyalahgunaan.
- Kebijakan Keamanan untuk Kampanye Digital
Tetapkan kebijakan yang mengatur penggunaan QR code pada kampanye digital, termasuk standar domain, format, mekanisme verifikasi, serta saluran resmi publikasi agar konsumen memiliki rujukan yang jelas.
Pahami Ancaman Quishing dan Tingkatkan Skill Cyber Security di Course-Net!
Quishing adalah bentuk ancaman yang memanfaatkan kebiasaan pengguna memindai QR code sehingga perlu diantisipasi dengan kewaspadaan, verifikasi sumber, dan literasi keamanan yang memadai.
Tingkatkan pemahaman praktis tentang serangan sosial dan kontrol defensif dengan belajar di Course-Net melalui program CEH & CompTIA Security+ agar Anda lebih siap menghadapi risiko siber di dunia kerja.
Daftar sekarang:
Dapatkan sertifikat internasional dan kesempatan belajar langsung dari praktisi ahli yang berpengalaman di industri keamanan siber. Kuasai skill yang dibutuhkan perusahaan dan jadilah talenta profesional di bidang cybersecurity!

