Data Diskrit: Ciri, Contoh, Analisis & Perbedaan Kontinu

data diskrit adalah

Artikel ini membahas apa itu data diskrit, ciri, contoh, perbedaan data diskrit vs kontinu, cara penyajian, cara menganalisis, serta kesalahan umum yang perlu dihindari sebelum ditutup dengan ajakan untuk mengembangkan karier melalui Kursus Data Analyst dan Bootcamp Data Science dari Course-Net.

Data Diskrit Adalah?

Data diskrit adalah data yang diperoleh melalui proses menghitung (counting) dan hanya dapat mengambil nilai-nilai tertentu yang terpisah, biasanya bilangan bulat, tanpa nilai di antaranya. 

Dengan kata lain, nilai data diskrit bersifat terhitung dan tidak dapat berbentuk pecahan di antara dua angka berturutan. Contoh umum meliputi jumlah orang, jumlah objek, atau hitungan kejadian tertentu.

Baca juga: Pengertian Data dan Jenis-Jenisnya

Ciri-ciri Data Diskrit

  • Dihasilkan dari aktivitas menghitung, bukan mengukur.
  • Nilainya terpisah dan berbeda (distinct), biasanya bilangan bulat, tanpa nilai di antara angka-angka tersebut.
  • Cocok diringkas dengan tabel frekuensi dan divisualisasikan menggunakan diagram batang (bar chart) karena setiap kategori atau nilai berdiri sendiri dan terpisah.
  • Umumnya digunakan untuk menghitung jumlah kejadian atau objek seperti jumlah siswa, jumlah mobil, jumlah gol, dan sejenisnya.

Contoh Data Diskrit dalam Kehidupan dan Kerja

  • Jumlah siswa dalam satu kelas.
  • Jumlah produk terjual per hari.
  • Jumlah keluhan pelanggan per minggu.
  • Jumlah gol dalam pertandingan.
  • Jumlah tiket yang ditangani tim support per shift.

Definisi Data Kontinu

Data kontinu adalah data yang diperoleh melalui proses mengukur (measurement) dan dapat mengambil nilai apa pun dalam suatu rentang, termasuk pecahan atau desimal. Karena berasal dari pengukuran, nilai data kontinu dapat semakin presisi bergantung pada alat ukur dan biasanya tidak terbatas pada bilangan bulat.

Contoh Data Kontinu

  • Tinggi dan berat badan.
  • Suhu dan waktu.
  • Jarak dan kecepatan.

Perbedaan Data Diskrit dan Data Kontinu

Cara Pengukuran

  • Diskrit: diperoleh dengan menghitung kejadian atau objek.
  • Kontinu: diperoleh dengan mengukur suatu besaran fisik.

Nilai yang Mungkin

  • Diskrit: hanya nilai tertentu yang terpisah (biasanya bilangan bulat), tanpa nilai di antara dua angka berturutan.
  • Kontinu: dapat mengambil nilai apa pun dalam suatu rentang, termasuk desimal atau pecahan.

Sifat Nilai

  • Diskrit: distinct dan memiliki celah antar-nilai.
  • Kontinu: membentuk spektrum tanpa celah antar-nilai dalam rentang yang diukur.

Contoh

  • Diskrit: jumlah orang, jumlah produk, jumlah gol.
  • Kontinu: tinggi, berat, suhu, waktu.

Interval

  • Diskrit: tidak menggunakan kelas interval kontinu; setiap nilai atau kategori ditampilkan terpisah, misalnya melalui bar chart dengan celah antar batang.
  • Kontinu: lazim dikelompokkan dalam kelas interval (bins) dan divisualisasikan sebagai histogram tanpa celah antar batang untuk merepresentasikan rentang yang berkesinambungan.

Ingin memahami perbedaan data diskrit dan kontinu secara praktis serta memilih metode analisis dan visualisasi yang tepat dalam kasus nyata? Tingkatkan skill kamu melalui Kursus Data Analyst dan Bootcamp Data Science di Course-Net, belajar langsung dari praktisi ahli, dan bangun fondasi analisis data yang relevan dengan kebutuhan industri.

Cara Menyajikan Data Diskrit

Cara Menyajikan Data Diskrit

Tabel Frekuensi

Susun nilai atau kategori beserta jumlah kemunculannya untuk merangkum distribusi data secara ringkas sebelum visualisasi.

Diagram Batang

Gunakan bar chart untuk menunjukkan perbandingan frekuensi antar nilai atau kategori diskrit; batang dipisahkan (ada celah) karena setiap nilai berdiri sendiri.

Line Plot

Line plot atau dot plot dapat menampilkan titik pada garis bilangan untuk menunjukkan frekuensi kemunculan nilai-nilai diskrit, sehingga pola sebaran mudah dilihat.

Cara Menganalisis Data Diskrit

  • Hitung frekuensi dan proporsi untuk tiap nilai atau kategori agar memahami distribusi kejadian atau objek yang dihitung.
  • Identifikasi nilai yang paling sering muncul (modus) sebagai ringkasan sentral yang relevan untuk data berbasis hitungan.
  • Gunakan diagram batang atau line plot untuk membandingkan frekuensi dan melihat pola sederhana seperti nilai paling umum atau sebaran kejadian.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari dalam Data Diskrit

Mencampuradukkan dengan Data Kontinu

Memperlakukan data diskrit seperti kontinu (atau sebaliknya) dapat membuat pilihan visualisasi dan interpretasi menjadi keliru karena cara perolehan dan ruang nilainya berbeda.

Memakai Histogram untuk Data Diskrit

Histogram dirancang untuk data kontinu dengan kelas interval menyambung; untuk data diskrit sebaiknya gunakan diagram batang yang memiliki celah antar batang.

Masalah Pembulatan dan Estimasi

Data diskrit adalah hasil hitungan dengan nilai yang terpisah dan tidak memiliki nilai di antara angka-angka berturutan; memberikan nilai pecahan atau memperlakukan hitungan seolah dapat dibulatkan seperti pengukuran kontinu dapat menyesatkan makna data.

Mencampur Skala Pengukuran Tanpa Standardisasi

Data diskrit bergantung pada nilai atau kategori yang jelas dan terpisah; menyajikannya pada skala yang tidak konsisten atau menyatukan kategori yang tidak sebanding dapat mengaburkan interpretasi karena menghilangkan sifat distinct antar-nilai.

Pemilihan Metode Statistik yang Salah

Pilih ringkasan dan visualisasi yang sesuai: gunakan tabel frekuensi, bar chart, atau line plot untuk data diskrit, bukan histogram yang diperuntukkan bagi data kontinu.

Kuasai Data Diskrit dan Bangun Karier Data Analyst Bersama Course-Net

Memahami data diskrit adalah langkah awal untuk menjadi seorang Data Analyst, karena Anda perlu tahu kapan harus menghitung, bagaimana merangkum frekuensi, dan cara memilih visualisasi yang tepat di situasi kerja nyata. 

Untuk memperkuat keterampilan analisis data dari dasar sampai praktik, Anda dapat mulai dari Kursus Data Analyst Course-Net dan melanjutkan ke pembelajaran yang lebih komprehensif melalui Bootcamp Data Science Course-Net

Dapatkan sertifikat internasional dan kesempatan belajar langsung dari praktisi ahli yang berpengalaman di industri Data Analyst dan Data Science. Tingkatkan skill Anda dan buka peluang karir lebih luas di dunia digital.

Belajar IT di Course-Net, Sampai bisa!

Masih Ga percaya ? Di Course-Net kamu Belajar Langsung Oleh Coach Praktisi Aktif Berpengalaman

Share: