Ada kalanya suatu proyek atau tugas dikerjakan dengan menggunakan diagram alir atau diagram-diagram lainnya. Tools, website atau software pun dibutuhkan untuk membuat flowchart tersebut. LucidChart menjadi salah satu tools yang bisa Anda manfaatkan untuk membuat diagram melalui akses online.
Apa Itu LucidChart?
LucidChart merupakan salah satu tools populer untuk membuat diagram online. Melalui tools ini, para pengguna dapat memvisualisasikan berbagai informasi kompleks dengan mudah melalui flowchart atau diagram alir.
Tidak hanya terbatas pada flowchart saja, banyak diagram lainnya yang tercakup pada tools ini termasuk mind maps atau peta pikiran. Hal menarik lainnya dari Lucid Chart yaitu beberapa pengguna bisa secara bersama bekerja secara paralel dalam mengedit dokumen yang mereka kerjakan.
Supaya pekerjaan semakin efisien, tools ini bisa terintegrasi dengan berbagai platform lainnya termasuk. Platform yang dimaksud mulai dari Google Drive, JIRA, Slack, Confluence, dan berbagai platform lainnya. Terdapat juga akun gratis LucidChart yang disediakan untuk keperluan pendidikan.
Baca Juga : Entity Relationship Diagram (ERD) Adalah: Pengertian, Fungsi serta Cara Membuatnya
Kelebihan LucidChart
Mengapa banyak yang memakai Lucid Chart tidak lepas dari berbagai keunggulan yang dimiliki tools tersebut. Agar Anda bisa lebih pasti mempertimbangkan penggunaan platform pembuat diagram ini, Anda bisa coba cari tahu apa saja daftar kelebihannya. Berikut beberapa keunggulan yang mampu ditawarkan oleh tools Lucid Chart.
– Tersedia panel pengeditan intuitif untuk memenuhi setiap kebutuhan tugas diagram Anda
– Bisa diintegrasikan dengan berbagai platform produktivitas untuk menunjang kinerja efisien
– Menawarkan fitur pengerjaan secara kolaborasi (real time)
– Tersedia koleksi template dan library yang lengkap
– Bisa bekerja optimal dengan berbagai macam browser online.
Kalau Anda kurang paham akan berbagai kelebihan di atas, coba simak bahasan lebih jelasnya berikut ini. Keuntungan memakai LucidChart flowchart ini tidak lepas dari aspek kemudahan penggunaan. Inilah aspek yang disenangi banyak orang terutama untuk mereka yang pemula. Selain memiliki konsep simple, keandalan Lucid Chart juga bisa pastikan.
Mereka para individu, karyawan, guru maupun kalangan lainnya cocok memakai tools ini. Setiap pengguna dapat menggunakan apa saja yang ditawarkan oleh Lucid Chart untuk hasil proyek yang sempurna. Untuk Anda yang masih belum punya pengalaman banyak dalam dunia desain, Anda tak perlu khawatir jika ingin memakai Lucid Chart.
Tools atau platform ini akan memudahkan Anda mulai dari membuat sketsa, mengedit diagram alur, maupun membagikannya. Tools ini sangat sempurna digunakan jika ingin membuat bagan yang bukan hanya profesional saja tapi juga menarik. Proyek yang bisa diselesaikan dengan LucidChart mulai dari presentasi bisnis, bagan organisasi, jalur darurat dan lain sebagainya.
Lucid Chart mampu menyesuaikan alur kerja setiap penggunanya. Anda tidak perlu melakukan banyak modifikasi yang rumit. Platform mudah untuk diintegrasikan, berbagai aplikasi populer sudah bisa terintegrasi dengan tools ini. Mulai dari Atlassian, Jive, Google Drive, dan lain sebagainya sudah bisa terintegrasi dengan Lucid Chart.
Ekspor sudah bukan menjadi masalah lagi karena platform satu ini mampu mendukung berbagai macam format file. Apa pun itu proyek diagram yang Anda sedang kerjakan, bisa diselesaikan dengan mudah memakai Lucid Chart.
Baca Juga : Data Flow Diagram (DFD) Adalah : Pengertian, Contoh dan Simbol DFD
Cara Memakai LucidChart
Sebelum Anda menggunakan tools ini, Anda tentunya harus tahu bagaimana cara pemakaiannya. Cara penggunaan Lucid Chart cukup mudah, berikut beberapa langkah yang perlu Anda ikuti:
1. Masuk ke website lalu lakukan pendaftaran
Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah membuka browser terlebih dahulu apa pun itu di perangkat Anda. Selanjutnya kunjungi website Lucid Chart atau bisa lakukan LucidChart download terlebih dahulu. Kalau sudah masuk ke platform Lucid Chart, Anda bisa lakukan pendaftaran akun. Anda bisa langsung masuk kalau Anda sudah punya akun.
2. Membuat dokumen
Kalau Anda sudah mendaftar, Anda bisa masuk ke bagian dashboard panel dengan menu LucidChart login. Pilih opsi Baru, pilihan tersebut bisa Anda temukan pada bagian atas-kiri antarmuka. Selanjutnya, Anda bisa memilih Dokumen LucidChart lalu diikuti dengan Dokumen Kosong. Pengguna juga bisa membuat dokumen dengan memakai template yang disukai.
3. Pilih bentuk, sesuaikan dengan proyek
Kalau dokumen baru sudah terbuka, Anda bisa tambahkan bentuk diagram yang dibutuhkan. Manfaatkan perpustakaan yang lengkap dari Lucid Chart untuk menyelesaikan tugas Anda. Tarik bentuk yang dibutuhkan dari perpustakaan lalu taruh di area yang Anda inginkan.
Terus lakukan tahap tersebut sampai mendapatkan setiap bentuk yang dibutuhkan. Sesuaikan properti bentuk memakai berbagai alat yang tersedia di bagian antarmuka Lucid Chart. Tentunya Anda bisa menambahkan juga teks untuk melengkapi informasi bagan. Cara mudah untuk input teks adalah klik 2x saja.
4. Simpan diagram
Hal yang menarik dari Lucid Chart adalah orang lain dapat ikut mengedit karya yang Anda buat. Coba pilih opsi bagikan yang ada pada sudut atas-kanan. Jika ingin menyimpan proyek, pilih opsi Ekspor lalu tentukan format yang Anda butuhkan.
Bedanya LucidChart dengan Visio
Bisa dibilang kalau Microsoft Visio merupakan rival dari LucidChart online. Keduanya mirip tapi memiliki beberapa perbedaan. Seperti dari sisi fitur kolaborasi, jenis fitur satu ini penting untuk suatu tim dalam mengerjakan proyek bersama dan bagus untuk performa kreativitas. Dengan memakai Lucid Chart, para kolaborator bisa bekerja secara simultan.
Tools ini memiliki fitur @mention yang bisa memberi tahu ke pengguna lain mengenai tugas-tugas tertentu. Anda bisa melihat juga berapa banyak pihak kolaborator pada suatu proyek. Sementara untuk Visio, bisa berkolaborasi dengan menyaksikan bersamaan suatu proyek dokumen. Pengguna Visio tidak bisa melakukan edit secara bersamaan pada suatu proyek.
Banyak bagian antarmuka LucidChart juga tergolong ramah-pemula, sehingga memungkinkan pengguna pemula bisa lebih mudah membiasakan diri. Konsepnya sederhana, bersih, dan rapi tapi juga intuitif. Visio memang menawarkan berbagai pilihan alat yang canggih untuk pembuatan diagram.
Tapi mungkin akan lebih sulit dipahami bagi beberapa pengguna dalam menavigasi program yang ada terutama untuk pemula. Tools ini juga dikenal dengan kemampuan mumpuni dari segi integrasi aplikasi.
Penggunanya bisa dengan mudah mengintegrasikan dengan berbagai program mulai dari GitHub, Atlassian, Slack, Confluence, G-Suite, dan lain sebagainya. Sementara Visio lebih terbatas untuk aplikasi yang dapat terintegrasi.
Kesimpulan
Inilah salah satu aplikasi pembuatan flowcharts atau mind mapping yang layak Anda coba. Membuat diagram alur yang sederhana maupun yang kompleks bisa Anda lakukan dengan tools satu ini. Berbagai template telah disediakan juga untuk mempermudah Anda.
Manajemen tim menjadi apa yang diunggulkan pada tools ini. Selain bisa bekerja secara kolaborasi dan real time, integrasinya juga dapat diandalkan. Untuk Anda yang ingin memahami lebih jauh seputar tools pembuat diagram ini maupun bidang IT lain, bisa pertimbangkan untuk ikut pelatihan Course-Net.
Di sini bukan hanya sekadar training biasa tapi juga dilakukan coaching, mentoring, maupun latihan sesungguhnya dalam bidang pekerjaan. Demikian informasi kali ini seputar LucidChart, semoga bermanfaat.

