Seiring dengan berkembangnya waktu, dunia penjualan dan pemasaran juga semakin dinamis. Untuk mendukung kesuksesan sebuah bisnis, penting bagi Anda untuk memahami konsep saluran penjualan atau yang sering disebut dengan sales funnel.
Sales funnel strategy merupakan salah satu strategi di dunia pemasaran yang dirancang sebagai penentu dalam memperoleh pelanggan potensial. Pada artikel ini akan dibahas lebih lanjut mengenai apa itu sales funnel, tahapan serta cara penerapan di dunia bisnis.
Pengertian Sales Funnel
Kecanggihan teknologi telah menciptakan cukup banyak perubahan termasuk alur penjualan. Di sinilah peran sebagai pebisnis harus pintar-pintar beradaptasi untuk bisa selalu mengikuti perkembangan zaman. Apabila tidak mengikuti perkembangan zaman maka bisnis yang Anda jalankan bisa jadi akan jalan tetap atau stuck tanpa adanya perubahan menuju kemajuan.
Maka dari itu bagi Anda yang masih belum memahami marketing sales funnel simak penjelasan berikut.
– Definisi
Sales funnel adalah salah satu strategi yang dijalankan tentang proses penjualan langkah demi langkah pada suatu bisnis.
Jadi dengan strategi ini, Anda akan mengarahkan pembeli mulai dari tertarik pada promo yang Anda tawarkan hingga terjadi closing atau pembelian. Dahulu ketika seseorang akan membeli suatu barang maka pembeli tersebut akan mendatangi toko dan berhubungan langsung dengan penjual.
Namun saat ini tahapan penjualan menjadi lebih panjang. Saat ini banyak pembeli yang memilih untuk melakukan transaksi secara online. Jadi pembeli akan menentukan barang yang diinginkan melalui aplikasi ataupun media sosial terlebih dahulu.
Dengan cara ini pembeli juga tidak arus bertatap muka secara langsung dengan penjual. Pembeli akan menentukan barang yang diinginkan berdasarkan iklan yang ditawarkan.
Apabila tertarik maka pembeli akan melihat produk atau barang secara lebih detail dan berkomunikasi pada pihak CS maupun pemilik toko online. Setelah terjadi kesepakatan maka proses akad jual beli baru terlaksana.
– Konsep
Berdasarkan penjelasan di atas Anda mungkin sudah sedikit memahami strategi yang satu ini. Namun bagi Anda yang masih bingung dengan strategi sales funnel marketing, cara mudah yang bisa dilakukan untuk memahami konsep ini yaitu Anda bisa mengibaratkan proses yang ada pada corong.
Corong mempunyai mulut lebar pada bagian atas serta ujung sempit di bagian bawah. Jadi setiap calon pembeli atau pelanggan akan melewati corong tersebut masuk sampai menuju ke pembelian.
Semakin dalam pembeli turun maka akan semakin tinggi juga peluang pembeli menjadi pelanggan tetap Anda. Saluran penjualan ini juga diibaratkan sebagai peta jalan yang menuntun calon pelanggan melalui proses pembelian.
Tahapan Sales Funnel
Walaupun tahapan dari strategi ini bisa bervariasi sesuai dengan cara bisnis ataupun tujuan akhirnya namun sales funnel dapat dibagi menjadi beberapa tahapan.
– Kesadaran
Calon pelanggan biasanya masuk pada saluran penjualan ketika mereka menemukan merek yang Anda miliki untuk pertama kalinya. Walaupun beberapa orang mungkin sudah pernah menemukan bisnis Anda dari pencarian mereka sendiri maupun informasi yang didapat dari mulut ke mulut.
Namun tetap saja ada beberapa orang yang mungkin juga sudah pernah melihat secara sekilas tentang bisnis Anda dari iklan, postingan ataupun jenis inisiatif pemasaran lainnya yang pernah dibuat.
Untuk menarik target pelanggan ini tahapan pertama yang bisa dilakukan pada saluran penjualan adalah melakukan aktivitas yang ada hubungannya dengan brand awareness. Caranya bisa dilakukan dengan memposting berbagai konten media sosial menarik, sharing berbagai wawasan atau skill melalui postingan blog ataupun menyelenggarakan webinar.
– Minat
Apabila Anda ingin membimbing calon pelanggan dengan memberikan kesadaran terkait masalah yang dihadapi maka Anda bisa mempromosikan konten yang akan menjawab kekhawatiran atas masalah yang dihadapi. Anda bisa memberikan berbagai materi informatif contohnya studi kasus pelanggan, demo produk atau tutorial video dan juga webinar.
Saat calon pelanggan melihat nilai berdasarkan yang Anda tawarkan maka mereka mungkin akan tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai bisnis Anda dan mulai membangun hubungan.
– Keinginan
Saat calon pelanggan telah mencapai tahapan pada saluran penjualan ini maka artinya mereka serius dalam mempertimbangkan produk Anda untuk dibeli. Meski begitu hal ini juga tidak berarti bahwa mereka tidak membandingkan dengan produk pesaing ya. Maka dari itu tindakan terbaik yang bisa dilakukan yaitu menindaklanjuti secara aktif dengan cara membangun kepercayaan calon pelanggan.
Contoh cara yang bisa dilakukan seperti uji coba gratis, memberikan voucher diskon atau pelatihan tatap muka. Intinya semua yang bisa menguntungkan bagi Anda bisa dilakukan. Dengan begitu Anda akan berhasil membawa calon pelanggan jauh dalam perjalanan penjualan ini dan itu semua Anda lakukan untuk meyakinkan mereka.
– Tindakan
Tahapan paling bawah dari strategi ini yaitu dengan tindakan. Setelah calon pelanggan mencapai titik ini maka mereka akan siap untuk membuat keputusan. Apabila mereka menentukan untuk melanjutkan pembelian maka pada saat itulah Anda bisa memulai mempererat hubungan Anda.
Kemampuan Anda dalam membina hubungan pelanggan setelah proses pembelian bisa mempengaruhi retensi serta persepsi bisnis secara keseluruhan. Saat pelanggan menyadari upaya yang telah Anda lakukan bisa melampaui ekspektasi mereka maka para pelanggan akan merasa terdorong untuk setia pada Anda.
Contoh Penerapan Sales Funnel
Implementasi atau sales funnel examples pada masing-masing bisnis berbeda-beda tergantung dari kebutuhan masing-masing. Beberapa contoh penggunaan sales funnel builders bisa dilihat berikut ini.
– Mengumpulkan prospek
Prospek datang dengan membawa permintaan bisnis. Saat itulah bisnis akan memanfaatkan kondisi ini dengan mengumpulkan serta mengidentifikasi permintaan mereka dan disesuaikan dengan produk yang dimiliki.
Proses identifikasi calon pelanggan ini dapat dilakukan secara manual contohnya dengan membuat berbagai event gratis. Dengan cara ini Anda bisa mendapatkan prospek potensial yang tepat sasaran. Dengan begitu peluang terjadinya pembelian juga akan semakin besar.
– Menyaring pelanggan
Setelah mengumpulkan prospek yang didapat, perlu diketahui bahwa tidak semua prospek masuk ke bisnis Anda dan pada akhirnya melanjutkan proses pembelian. Jadi sebelum masuk ke tahap sales funnel template lebih lanjut Anda perlu melakukan penyaringan calon pelanggan.
Proses penyaringan tersebut dapat dilakukan dengan mencantumkan harga produk yang ditawarkan. Dengan cara ini maka masing-masing calon pelanggan yang tidak memenuhi persyaratan yang diberikan akan mundur. Jadi waktu Anda hanya dimanfaatkan untuk melayani pelanggan potensial saja.
Demikian beberapa penjelasan mengenai pengertian, tahapan dan contoh penerapan dari salah satu strategi marketing ini. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda. Apakah Anda sudah punya skill yang tepat untuk melakukan strategi ini?
Setelah mengetahui apa saja hal yang harus dilakukan dengan menerapkan strategi ini Anda perlu mempelajari secara khusus skill-skill di bidang IT terutama sales funnel di bidang digital marketing. CourseNet bisa menjadi solusi bagi Anda yang ingin mengupgrade skill tersebut. Yuk daftarkan segera kursus digital marketing hanya di course-net.com.









